Membangun Fondasi Konservasi: Perjanjian Kerjasama dan Inovasi Magang Siswa SMK di TNWK

LAMPUNG – Menjelang akhir tahun 2024, langkah strategis dalam program Tropical Forest Conservation Action Sumatera terus dimatangkan. Bertempat di Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), telah dilaksanakan pertemuan koordinasi yang berfokus pada penguatan aspek legalitas kerjasama serta pelibatan aktif generasi muda dalam mempromosikan pelestarian Gajah Sumatera.

Sinergi Legal dan Pemberdayaan SDM

Pertemuan ini menjadi sangat krusial karena membahas keberlanjutan program melalui Arsitektur Platform Digital untuk integrasi data gajah. Fokus utama diskusi mencakup formalisasi kerjasama serta penciptaan wadah bagi siswa sekolah menengah untuk berkontribusi langsung di lapangan.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Rapat koordinasi ini berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 17 Desember 2024.

Lokasi Utama: Balai Taman Nasional Way Kambas.

Tim Pelaksana: Dihadiri oleh Wahyudi Edi Handoko, Agus Sukoco, Zaidi, Riri Fitriandi, Rusdianto, M. Syaiful B, Untari, dan Evi Damayanti.

Poin Utama Diskusi

Ada empat agenda besar yang menjadi catatan penting dalam pertemuan ini:

  • Perjanjian Kerjasama (PKS): Pembahasan mendalam mengenai draf dan perihal PKS untuk memastikan seluruh kegiatan integrasi data memiliki payung hukum yang kuat dan berkelanjutan.

  • Program Magang SMK: Membuka peluang bagi siswa SMK untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang di TNWK.

  • Kreativitas Konten Digital: Mendorong siswa magang untuk membuat konten edukatif berupa video tentang aktivitas di Pusat Latihan Gajah (PLG). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik melalui media sosial secara lebih cepat dan modern.

  • Daya Dukung Habitat: Membicarakan penilaian teknis terkait daya dukung habitat sebagai basis data penting dalam konservasi gajah.

Harapan ke Depan

Melalui percepatan program magang dan penguatan PKS ini, TNWK diharapkan tidak hanya menjadi pusat konservasi satwa, tetapi juga pusat pembelajaran digital bagi generasi muda. Dengan melibatkan siswa SMK dalam pembuatan konten kreatif, pesan pelestarian Gajah Sumatera dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Share This :