Sinergi Teknologi dan Konservasi: Pemaparan Akhir Sistem Informasi Mitigasi Konflik di Balai TNWK

LAMPUNG – Sebagai puncak dari rangkaian pengembangan teknologi dalam program Tropical Forest Conservation Action Sumatera, sebuah pertemuan strategis telah dilaksanakan di Kantor Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Agenda utama pertemuan ini adalah pemaparan akhir serta penyerahan sistem informasi yang dirancang khusus untuk mendukung integrasi data gajah Sumatera berbasis teknologi Industri 4.0.

Memastikan Sistem Tepat Guna

Kegiatan ini difokuskan pada diseminasi menyeluruh kepada para pemangku kepentingan utama di TNWK. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa teknologi yang telah dikembangkan dapat dioperasikan secara maksimal oleh petugas di lapangan untuk mitigasi konflik gajah-manusia dan pengelolaan di Pusat Latihan Gajah (PLG).

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Rapat koordinasi dan pemaparan teknis ini berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Senin, 14 April 2025.

Lokasi Utama: Kantor Balai TNWK.

Tim Pelaksana: Bapak Zaidi, Bapak Sukatmoko, Bapak Rudianto, Ibu Evie, serta tim teknis yang diwakili oleh Agus Sukoco dan Wahyudi Edi Handoko.

Poin Penting dan Hasil Pertemuan

Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin krusial bagi keberlanjutan sistem informasi konservasi, antara lain:

  • Pemahaman Mendalam Stakeholder: Seluruh pemangku kepentingan kini telah memahami sepenuhnya tujuan, fungsi, serta mekanisme kerja sistem informasi digital yang dikembangkan.

  • Umpan Balik Strategis: Tim mendapatkan masukan berharga dari pengguna awal (early users) dan pihak terkait sebagai bahan penyempurnaan sistem agar lebih sesuai dengan dinamika di lapangan.
  • Identifikasi Pengembangan: Berhasil diidentifikasi kebutuhan fitur tambahan serta solusi atas kendala teknis yang mungkin muncul, guna memastikan sistem tetap relevan dalam jangka panjang.

Harapan ke Depan

Penyerahan sistem informasi ini menandai era baru dalam pengawasan satwa di Way Kambas. Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan responsif, diharapkan kolaborasi antara teknologi dan konservasi tradisional dapat meminimalisir risiko konflik serta meningkatkan efektivitas perlindungan Gajah Sumatera di Lampung secara signifikan.

Share This :