Menuju Implementasi Penuh: Pemaparan Akhir dan Penyerahan Sistem Informasi Mitigasi Konflik Gajah
BOGOR – Melanjutkan rangkaian transformasi digital dalam program Tropical Forest Conservation Action Sumatera, tim pengembang telah mencapai tahapan krusial yaitu pemaparan akhir dan penyerahan sistem informasi terintegrasi. Kegiatan ini menandai kesiapan teknologi Industri 4.0 untuk diaplikasikan secara penuh dalam mendukung konservasi Gajah Sumatera di Lampung.
Finalisasi Platform Digital
Fokus utama dari pertemuan ini adalah melakukan presentasi final serta serah terima sistem informasi yang dirancang khusus untuk mitigasi konflik antara gajah dan manusia, serta pengelolaan di Pusat Latihan Gajah (PLG). Sistem ini diharapkan menjadi instrumen utama dalam pengambilan keputusan berbasis data di lapangan.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan strategis ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Kamis, 27 Februari 2025.
Agenda Utama: Pemaparan akhir dan penyerahan sistem informasi mitigasi konflik gajah manusia dan Pusat Latihan Gajah.
Tim Pelaksana: Dihadiri oleh Agus Sukoco, Mushlih, Dani, Arief Rubianto, Dedi Romadona, dan Iskandar
Hasil yang Dicapai dan Rencana Kolaborasi
Selain penyerahan sistem, pertemuan ini juga menghasilkan poin-poin kesepakatan strategis untuk keberlanjutan program, di antaranya:
Berbagi Hasil Platform: Melakukan tinjauan akhir terhadap kemampuan platform digital dalam mengintegrasikan data Gajah Sumatera secara komprehensif.
Perluasan Konservasi: Melanjutkan diskusi perencanaan untuk konservasi Badak Sumatera sebagai bagian dari ekosistem penting di Way Kambas.
- Penguatan Riset: Mempererat kolaborasi riset dengan Wildlife Conservation Society (WCS) guna memastikan sistem informasi yang telah diserahkan dapat terus dikembangkan sesuai dinamika di lapangan.
Harapan ke Depan
Dengan diserahkannya sistem informasi ini, pihak pengelola kawasan kini memiliki alat yang lebih kuat dan presisi untuk meminimalisir konflik gajah-manusia. Transformasi digital ini bukan hanya tentang inovasi perangkat lunak, tetapi tentang menyelamatkan populasi satwa kunci Sumatera melalui pendekatan sains dan teknologi yang terpadu.