Mematangkan Ekosistem Digital: Diseminasi Virtual Reality dan Evaluasi Sistem di KOWAGAS TNWK

LAMPUNG – Melanjutkan koordinasi strategis dalam pemanfaatan teknologi Industri 4.0, tim Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera kembali menggelar pertemuan dengan Koperasi Wisata Gajah Sejahtera (KOWAGAS). Agenda ini merupakan langkah nyata dalam mentransformasi sektor pariwisata dan pengawasan konservasi melalui platform digital yang lebih mutakhir di Lansekap TNWK.

Inovasi Wisata Virtual dan Optimalisasi Layanan

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi, khususnya Gajah Sumatera, melalui transformasi platform digital. Selain aspek pengawasan, fokus utama kali ini adalah penyempurnaan fitur wisata berbasis Virtual Reality (VR) serta evaluasi mendalam terhadap fungsionalitas aplikasi pendukung yang telah diimplementasikan di lapangan.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan diseminasi teknologi dan evaluasi sistem ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Jumat, 08 November 2024.

Lokasi: KOWAGAS TNWK.

Tim Pelaksana: Agus Sukoco dan Handoko.

Luaran Strategis Kegiatan

Melalui sesi diseminasi hasil teknologi kepada KOWAGAS, tercapai beberapa kesepakatan dan catatan penting untuk pengembangan ke depan:

  • Pematangan Konten Wisata Virtual: Koperasi menyambut baik pengembangan Virtual Reality untuk wisata di Pusat Latihan Gajah (PLG) dan mulai menyusun rencana produksi konten wisata virtual bersama.

  • Perluasan Kemitraan: Penjajakan kerjasama lebih lanjut dengan mitra akademisi seperti Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat infrastruktur digital.

  • Uji Coba Detail Kawal PLG: Melakukan percobaan lebih mendalam mengenai aplikasi mobile “Kawal PLG” untuk memastikan sistem siap digunakan secara luas oleh staf lapangan.

  • Penyempurnaan Fitur Feedback: Menampung aspirasi staf terkait kebutuhan notifikasi balik dari admin setelah laporan dikirimkan, guna memastikan komunikasi dua arah yang lebih efektif.

  • Optimasi Sinyal (Offline Mode): Melakukan perbaikan pada aplikasi agar tetap mampu menyimpan laporan saat kondisi sinyal lemah dan mengirimkannya kembali setelah koneksi tersedia.

Teknologi untuk Efisiensi dan Pengalaman Wisata

Integrasi hasil penelitian berupa website, aplikasi mobile, dan teknologi VR diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan kawasan. Dengan adanya sistem notifikasi dan kemampuan penyimpanan data saat offline, petugas di lapangan dapat bekerja lebih efisien tanpa hambatan teknis, sementara wisatawan mendapatkan cara baru yang inspiratif untuk mengenal Gajah Sumatera.

Harapan ke Depan

Evaluasi dan diseminasi pada 8 November ini menjadi fondasi penting dalam menyempurnakan arsitektur digital TFCA Sumatera. Sinergi antara kebutuhan praktis di lapangan dengan inovasi teknologi diharapkan dapat menciptakan harmoni antara kenyamanan wisata edukasi dan ketegasan dalam perlindungan satwa liar di Lampung

Share This :