Memperluas Jangkauan: Edukasi Aplikasi Kawal Desa di SMK Nusantara dan SMK PGRI Transpram
LAMPUNG – Melanjutkan komitmen dalam membangun ekosistem digital untuk pelestarian satwa, tim Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera kembali menggelar agenda sosialisasi dan pelatihan. Kali ini, sasaran utama adalah generasi muda di sekolah menengah, guna memperkenalkan arsitektur platform digital yang dirancang untuk mendukung integrasi data Gajah Sumatera berbasis teknologi Industri 4.0.
Menanamkan Kesadaran Teknologi di Wilayah Penyangga
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi melalui transformasi digital, khususnya untuk perlindungan Gajah Sumatera di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dengan melibatkan institusi pendidikan, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang melek teknologi dalam menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan mereka.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan koordinasi dan pelatihan ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Selasa, 5 November 2024.
Lokasi: TNWK.
Tim Pelaksana: Handoko, Agus Sukoco, Sunandar, Rido, Adam, dan Hadi.
Luaran Strategis Kegiatan
Melalui pelatihan ini, terdapat beberapa capaian penting yang berhasil dirangkum, antara lain:
Pelatihan Aplikasi: Siswa dari SMK Nusantara dan SMK PGRI Transpram mendapatkan pemahaman teknis mengenai penggunaan aplikasi Kawal Desa dan Kawal PLG.
Literasi Konservasi Digital: Memperkenalkan konsep Arsitektur Industri 4.0 dalam dunia konservasi kepada civitas akademika.
Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi antara pengelola kawasan TNWK dengan sekolah-sekolah di wilayah penyangga untuk pelaporan data satwa.
Inovasi untuk Masa Depan Lansekap TNWK
Integrasi aplikasi Kawal Desa dan Kawal PLG ke lingkungan sekolah bertujuan agar deteksi dini dan pelaporan terkait aktivitas satwa dapat dilakukan secara lebih masif dan terstruktur. Melalui platform digital ini, data dari lapangan dapat mengalir lebih cepat, memungkinkan tindakan mitigasi yang lebih efektif di wilayah perbatasan antara pemukiman dan hutan.
Harapan ke Depan
Kunjungan dan pelatihan kepada siswa SMK Nusantara serta SMK PGRI Transpram pada 5 November ini diharapkan menjadi pemicu keterlibatan aktif generasi muda dalam konservasi gajah. Dengan membekali mereka keterampilan digital, masa depan kelestarian Gajah Sumatera di Lampung akan didukung oleh komunitas yang tidak hanya peduli, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi terkini demi harmoni alam.