Kesiapan Vokasi untuk Konservasi: Penjajakan Kerja Sama Teknis di SMK PGRI Transpram

LAMPUNG TIMUR – Menggandeng potensi lokal di bidang teknologi, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera melaksanakan kunjungan strategis ke SMK PGRI Transpram pada Senin, 21 Oktober 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif pelatihan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk mendukung kesehatan Gajah Sumatera melalui arsitektur platform digital Industri 4.0.

Integrasi Kompetensi Siswa dalam Upaya Pelestarian

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk menjajaki peran spesifik yang dapat diambil oleh institusi pendidikan kejuruan dalam mendukung infrastruktur digital di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Melalui transformasi ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga mitra teknis yang aktif.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh tim teknis dan perwakilan dari SMK PGRI Transpram:

Hari/Tanggal: Senin, 21 Oktober 2024.

Lokasi: SMK PGRI Transpram.

Tim Pelaksana: Angga, Afandi, Agus Sukoco, dan Handoko.

Agenda Utama: Penjajakan kerja sama teknis dan sosialisasi sistem AI untuk kesehatan gajah.

Poin Strategis dan Potensi Kolaborasi

Dalam diskusi tersebut, teridentifikasi beberapa peluang dan catatan penting untuk keberlanjutan program:

  1. Dukungan Teknis TKJ: Pihak sekolah melalui jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) menyatakan kesediaannya untuk membantu dalam hal instalasi perangkat, pemeliharaan (maintenance), serta operasional kamera pemantau di lapangan.

  2. Rekam Jejak Kolaborasi: SMK PGRI Transpram memiliki hubungan baik dengan pihak TNWK, salah satunya melalui kegiatan rutin “Jumat Bersih” di dalam kawasan yang mendapat respons positif.

  3. Sinkronisasi Pekerjaan: Tim mengidentifikasi adanya kebutuhan komunikasi lebih lanjut dengan tim pengembang di Bandung untuk merumuskan secara detail pembagian tugas agar peran sekolah menjadi lebih efektif dan terarah.

Luaran Strategis

Kunjungan ke SMK PGRI Transpram ini memperkuat jaringan dukungan lokal bagi infrastruktur digital TNWK. Dengan melibatkan siswa dan guru dari jurusan teknik, diharapkan kendala teknis di lapangan dapat ditangani lebih cepat melalui dukungan tenaga lokal yang kompeten.

Langkah ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi teknologi AI dalam konservasi gajah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan institusi pendidikan di sekitar kawasan sebagai garda pendukung teknologi.

Share This :