Menyatukan Visi Teknis: Sinkronisasi Sistem Digital TFCA Sumatera di Lab IoT UBL
BANDAR LAMPUNG – Keberhasilan implementasi teknologi di lapangan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital di balik layar. Pada Sabtu, 5 Oktober 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera mengadakan pertemuan koordinasi teknis strategis di Lab IoT Universitas Bandar Lampung (UBL). Pertemuan ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh platform digital mitigasi konflik gajah siap dioperasikan sebelum diturunkan ke masyarakat dan sekolah-sekolah penyangga.
Harmonisasi Sistem untuk Konservasi
Fokus utama dari koordinasi ini adalah sinkronisasi sistem yang sedang dibangun dengan kebutuhan nyata para pemangku kepentingan (stakeholder). Melalui transformasi digital ini, tim berupaya memastikan bahwa integrasi data Gajah Sumatera berbasis teknologi Industri 4.0 di Lansekap TNWK dapat berjalan tanpa kendala teknis, mulai dari level admin hingga pengguna di desa.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan ini melibatkan penyamaan persepsi teknis antar tim pengembang dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Sabtu, 5 Oktober 2024.
Lokasi: Lab IoT Universitas Bandar Lampung (UBL).
Tim Pelaksana: Kolaborasi teknis antara Tim Bandung (PPTIK/LSKK) dan Tim UBL, dihadiri oleh Yogi Andi dan Fahmi.
Agenda Utama: Penyamaan teknis sistem, rencana pendampingan ke sekolah-sekolah (SMK), dan finalisasi akun akses platform.
Kesepakatan Infrastruktur Digital
Dalam sesi ini, diperoleh kesepakatan teknis mengenai pemanfaatan aplikasi yang akan digunakan sebagai ujung tombak pelaporan di lapangan:
Aplikasi untuk Desa: Disepakati penggunaan domain khusus untuk desa-desa prioritas, yaitu desa-labuhan-ratu-vii.pptik.id dan desa-braja-harjosari.pptik.id.
Platform Pusat Latihan Gajah (PLG): Finalisasi portal administrasi melalui admin-plg.lskk.co.id yang akan menjadi pusat kendali data konservasi.
Rencana Aksi: Penjadwalan pendampingan intensif ke SMK-SMK sekitar kawasan guna memastikan transfer teknologi berjalan maksimal.
Luaran Strategis dan Kolaborasi
Koordinasi ini menghasilkan beberapa poin penting bagi keberlanjutan program:
Sinkronisasi Sistem: Terciptanya keselarasan antara sistem yang dibangun oleh pengembang dengan ekspektasi stakeholder di lapangan.
Komitmen Kerja Sama: Seluruh pihak yang terlibat menyetujui detail teknis dan rencana kerja yang telah dipaparkan, memperkuat fondasi kolaborasi antara akademisi dan praktisi konservasi.
Kesiapan Operasional: Dengan akun dan domain yang telah siap, sistem kini siap untuk memasuki tahap sosialisasi dan implementasi massal.
Melalui koordinasi teknis yang matang di Lab IoT UBL ini, diharapkan arsitektur platform digital yang dikembangkan tidak hanya menjadi alat canggih di atas kertas, tetapi menjadi solusi nyata yang reliabel bagi pelestarian Gajah Sumatera di Lampung.