Membangun Redaksi Digital: Kolaborasi Siswa Multimedia SMKS Nusantara dalam Misi Konservasi Gajah
LAMPUNG TIMUR – Langkah inovatif kembali diambil dalam rangkaian program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera. Pada Senin, 7 Oktober 2024, tim ahli menyambangi SMKS Nusantara Lampung Timur untuk memberikan pelatihan khusus yang menggabungkan teknologi informasi dengan jurnalisme warga guna mendukung kelestarian Gajah Sumatera di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Integrasi Teknologi Industri 4.0
Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan teknologi dalam penanganan konservasi melalui transformasi platform digital. Tujuannya adalah memberdayakan stakeholder lokal agar mampu mengoperasikan sistem informasi secara mandiri, yang sangat krusial untuk deteksi dini dan mitigasi konflik antara manusia dan gajah di wilayah tersebut.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dan manajerial dalam mengelola informasi konservasi:
Hari/Tanggal: Senin, 7 Oktober 2024.
Lokasi: SMKS Nusantara Lampung Timur.
Tim Pelaksana: Tim PPTIK dipimpin oleh Mas Diko Prasojo, didampingi oleh Tim PSTI UBL.
Peserta Utama: Diko Prasojo, Afandi, dan M. Aldi.
Pembentukan Tim Redaksi Konservasi
Hal yang istimewa dari pelatihan kali ini adalah pelibatan langsung jurusan Multimedia SMKS Nusantara. Tim SMK diminta untuk menjadi korespondensi berita aktif guna menyebarluaskan informasi konservasi kepada masyarakat sekitar TNWK. Untuk memastikan keberlanjutan program, telah ditunjuk pimpinan redaksi di lingkungan sekolah yang terdiri dari:
Ayu Antika, S. Kom
Sulisno, S. Pd
Anita Sari, S. Pd
Serta dukungan penuh dari Siswa Jurusan Multimedia.
Luaran Strategis dan Harapan
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang alat pemantau pergerakan gajah dan sistem peringatan dini, tetapi juga kemampuan untuk mendokumentasikannya secara profesional.
Beberapa luaran penting yang diharapkan meliputi peningkatan kapasitas peserta dalam penggunaan IT untuk mitigasi konflik, terbentuknya jaringan kolaborasi yang lebih kuat, serta tersedianya dokumentasi dan laporan yang terstandarisasi untuk digunakan kembali di masa depan. Dengan keterlibatan aktif tim multimedia sekolah, pesan-pesan konservasi diharapkan dapat tersampaikan dengan lebih kreatif dan menjangkau audiens yang lebih luas.