Membangun Narasi Konservasi: Evaluasi Media Center SMK PGRI Transpram Pekan Kedua
LAMPUNG – Inisiatif penguatan publikasi digital untuk pelestarian Gajah Sumatera terus bergerak melalui kolaborasi dengan sektor pendidikan. Sebagai bagian dari program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera, tim teknis kembali mengadakan sesi pendampingan bagi siswa SMK PGRI Transpram untuk memastikan kualitas konten publikasi web tetap terjaga dan informatif.
Menuju Publikasi Digital yang Terintegrasi
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian strategis dari upaya mempublikasikan sistem platform digital yang mendukung integrasi data Gajah Sumatera berbasis teknologi industri 4.0. Dengan melibatkan siswa SMK dalam pengelolaan media center, diharapkan penyampaian informasi mengenai konservasi di Lansekap TNWK menjadi lebih masif dan akurat
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Sesi evaluasi ini dilakukan untuk meninjau hasil kerja teknis para siswa di lapangan:
Hari/Tanggal: Rabu, 18 September 2024.
Lokasi Utama: Daring via Zoom.
Tim Pelaksana: Diko Prasojo.
Catatan Penting dan Progres Tugas
Pertemuan pekan kedua ini difokuskan pada penyempurnaan elemen visual dan tekstual agar sesuai dengan standar publikasi berita konservasi:
Optimalisasi Foto Artikel: Terdapat instruksi untuk merevisi penggunaan foto yang sebelumnya disusun dalam bentuk grid menjadi format foto tunggal yang lebih representatif untuk mendukung isi artikel.
Pengembangan Narasi: Tim mencatat bahwa naskah artikel untuk masing-masing tugas masih dalam tahap pengerjaan. Hal ini menjadi prioritas utama agar dokumentasi kegiatan dapat tersampaikan dalam bentuk narasi berita yang utuh.
Penyesuaian Jadwal Sekolah: Menimbang adanya agenda ujian sekolah yang sedang berlangsung, tim memberikan fleksibilitas waktu dengan menetapkan tenggat waktu revisi hingga 25 September 2024.
Harapan ke Depan
Meski dihadapkan pada kesibukan akademik, semangat siswa SMK PGRI Transpram dalam mengolah konten publikasi menjadi modal penting bagi keberlanjutan program ini. Sinergi antara edukasi dan teknologi ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen muda yang terampil dalam menyuarakan isu lingkungan melalui media digital secara profesional.