Digitalisasi Desa Labuhan Ratu VII: Pelatihan Aplikasi Kawal Desa untuk Harmoni Konservasi

LAMPUNG TIMUR – Upaya perlindungan Gajah Sumatera memasuki babak baru melalui pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Pada Jumat, 13 September 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera menyelenggarakan pelatihan penggunaan teknologi informasi bagi warga di Desa Labuhan Ratu VII.

Inovasi Aplikasi untuk Kemandirian Lokal

Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan dan pelatihan Aplikasi Kawal Desa, sebuah platform yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dalam penanganan konservasi di lanskap Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Melalui sistem ini, para pemangku kepentingan di tingkat desa diharapkan dapat mengoperasikan sistem informasi secara mandiri untuk deteksi dini konflik antara gajah dan manusia.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pelatihan teknis ini berlangsung dengan rincian sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Jumat, 13 September 2024.

Lokasi Utama: Balai Desa Labuhan Ratu VII.

Petugas Pelaksana: Asep Trisna Setiawan dan Handoko.

Peserta Utama: Bapak Sumarno selaku Kepala Desa Labuhan Ratu VII beserta tokoh masyarakat setempat.

Lebih dari Sekadar Alat Mitigasi

Aplikasi Kawal Desa dirancang dengan visi multifungsi yang tidak hanya terbatas pada isu lingkungan. Beberapa poin strategis dari pelatihan ini meliputi:

  • Mitigasi dan Deteksi Dini: Memberikan alat bagi masyarakat untuk melaporkan dan memantau pergerakan gajah guna meminimalisir konflik.

  • Integrasi Pusat Latihan Gajah: Menghubungkan data lapangan dengan Pusat Latihan Gajah untuk koordinasi yang lebih cepat.

  • Pendukung Administrasi Desa: Selain fungsi konservasi, aplikasi ini diharapkan dapat membantu perangkat desa dalam mengelola aktivitas harian dan administrasi secara lebih efisien.

  • Komitmen Penggunaan: Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah kesadaran dan konsistensi pihak desa dalam mengoperasikan sistem secara berkelanjutan.

Sinergi Menuju Masa Depan

Dengan kehadiran Bapak Sumarno dan antusiasme warga, kegiatan ini menjadi bukti kuatnya komitmen lokal dalam mendukung integrasi data berbasis teknologi industri 4.0. Sinergi antara teknologi dan kearifan lokal di Desa Labuhan Ratu VII diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di sekitar TNWK dalam menjaga keharmonisan antara aktivitas manusia dan kelestarian satwa.

Share This :