Memperluas Jaringan Konservasi: Kolaborasi Strategis dan MoU di SMKS PGRI Transpram

LAMPUNG TIMUR – Komitmen untuk menjaga kelestarian Gajah Sumatera melalui teknologi Industri 4.0 semakin diperkuat dengan kolaborasi bersama dunia pendidikan. Pada Rabu, 14 Agustus 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera melaksanakan kunjungan ke SMKS PGRI Transpram Lampung Timur untuk melaksanakan pelatihan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Formalisasi Kerja Sama untuk Masa Depan

Kunjungan ini menandai tonggak penting dalam hubungan antara institusi konservasi dan pendidikan vokasi. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMKS PGRI Transpram, Ibu Reni, yang secara resmi menandatangani MoU bersama Bapak Yogi Andi dari Yayasan PPTIK (Nomor MoU: 083/ADM/YY-PPTIK/VIII/2024).

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini melibatkan tim pelaksana:

Hari/Tanggal: Rabu, 14 Agustus 2024.

Lokasi Utama: SMKS PGRI Transpram Lampung Timur..

Tim Pelaksana: Yogi Andi dan Diko Prasojo.

Peserta Utama: Ibu Reni dan jajaran pendidik SMKS PGRI Transpram.

Agenda Pelatihan: Inovasi Digital di Kawasan TNWK

Selain agenda formal, tim memberikan pelatihan intensif mengenai arsitektur platform digital yang dirancang untuk mendukung mitigasi konflik gajah dan manusia, meliputi:

  1. Aplikasi Pemantauan Real-Time: Memberikan wawasan kepada peserta mengenai alat teknologi yang dapat digunakan untuk mendeteksi pergerakan gajah secara dini.

  2. Sistem Pengambilan Keputusan: Pelatihan mengenai cara memanfaatkan data digital untuk merespon konflik di lapangan secara cepat dan tepat.

  3. Penguatan Pusat Latihan Gajah (PLG): Membahas peran PLG sebagai pusat rehabilitasi yang terintegrasi dengan sistem informasi untuk edukasi berkelanjutan.

Luaran dan Manfaat Sinergi

Kerja sama ini dirancang untuk menghasilkan dampak jangka panjang, di antaranya:

  • Peningkatan Kapasitas Akademik: Memberikan nilai tambah bagi siswa dalam penguasaan teknologi IoT dan IT yang diimplementasikan pada kasus nyata.

  • Jaringan Kolaborasi yang Kuat: Menciptakan hubungan yang solid antara praktisi teknologi, pegiat konservasi, dan institusi pendidikan di daerah penyangga TNWK.

  • Standarisasi Modul: Dokumentasi pelatihan disusun secara sistematis agar dapat digunakan kembali sebagai referensi edukasi di masa depan.

Harapan ke Depan

Penandatanganan MoU dengan SMKS PGRI Transpram bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mencetak generasi muda Lampung Timur yang melek teknologi dan peduli lingkungan. Dengan keterlibatan aktif sekolah, diharapkan teknologi mitigasi gajah ini dapat terjaga keberlanjutannya demi keharmonisan hidup manusia dan satwa liar.

Share This :