Memperkuat Benteng Digital: Instalasi Perangkat IoT di Pemukiman Warga Desa Labuhan Ratu VII
LAMPUNG TIMUR – Upaya mitigasi konflik antara gajah dan manusia memasuki fase krusial dengan pemasangan infrastruktur teknologi langsung di titik-titik rawan. Pada awal Oktober, tim teknis melaksanakan penyediaan konektivitas dan pemasangan perangkat Internet of Things (IoT) di sejumlah rumah warga di Desa Labuhan Ratu VII, sebagai bagian dari sistem peringatan dini yang terintegrasi.
Teknologi di Garis Depan
Pemasangan perangkat ini bertujuan untuk menciptakan jaring pengaman digital di sekitar area pemukiman yang berbatasan langsung dengan habitat gajah. Dengan perangkat yang terhubung secara real-time, warga kini memiliki alat bantu untuk memantau pergerakan satwa dan memberikan sinyal darurat jika diperlukan.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan instalasi dan pengujian jaringan ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 4 Oktober 2024.
Lokasi Utama: Desa Labuhan Ratu VII (Rumah warga).
Petugas Pelaksana: Fizar dan Dawas.
Rincian Inventaris dan Titik Pemasangan
Tim berhasil menginstalasi sejumlah perangkat di lokasi strategis untuk memastikan cakupan pemantauan yang maksimal:
Rumah Bapak Mashadi:
Pemasangan 2 unit Kamera (CAM-P050 & CAM-P051) untuk pemantauan visual.
Pemasangan 1 unit Panic Button (Button-08) dan Sirine-08 untuk alarm peringatan dini.
Rumah Warga Lainnya:
Pemasangan Kamera tambahan (CAM-P052) untuk memperluas area pengawasan.
Standar Keberhasilan Instalasi
Ttim memastikan bahwa setiap perangkat yang terpasang memenuhi kriteria operasional berikut:
Perangkat terpasang kokoh pada dudukan yang stabil.
Koneksi IoT tersambung sempurna pada jaringan internet aktif.
Perangkat mampu mengirimkan data ke pusat data (server) secara lancar.
Jaringan lokal di lokasi rumah warga terjaga dalam kondisi baik.
Harapan ke Depan
Kehadiran Panic Button dan kamera pemantau di rumah-rumah warga bukan hanya soal teknologi, tetapi soal rasa aman. Dengan adanya sistem ini, diharapkan respon terhadap munculnya gajah liar di pemukiman dapat dilakukan lebih cepat dan terukur, meminimalisir risiko kerugian baik bagi warga maupun kelestarian gajah itu sendiri.