Memperkuat Tata Kelola Desa: Sosialisasi Digitalisasi dan Kemandirian BUMDES di Labuhan Ratu VII
LAMPUNG TIMUR – Integrasi teknologi dalam konservasi gajah tidak dapat dipisahkan dari peran aktif pemerintah desa. Pada pertengahan Agustus, tim program Tropical Forest Conservation Action Sumatera mengadakan pertemuan sosialisasi strategis di Balai Desa Labuhan Ratu VII untuk membahas bagaimana teknologi digital dapat mendukung kemandirian desa penyangga.
Transformasi Data dan Ekonomi Desa
Fokus utama diskusi dengan Bapak Sumarno (Kepala Desa) dan Sekretaris Desa adalah mengenai peran strategis data dalam pembangunan wilayah. Program ini tidak hanya membawa perangkat monitoring satwa, tetapi juga menawarkan konsep tata kelola data yang lebih detail untuk kepentingan desa itu sendiri.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 13 Agustus 2024.
Lokasi Utama: Balai Desa Labuhan Ratu VII.
Tim Pelaksana: Bapak Sumarno, Sunandar, Sigit Pramono, Marzuki, Adi Permana, Agus Sukoco, Handoko, dan Sarkawi.
Penambahan Perangkat IoT
Untuk mendukung sistem deteksi dini, tim di lapangan melakukan penambahan perangkat IoT (Internet of Things), yang meliputi:
Kemandirian Pengelolaan Data: Mendorong pemerintah desa agar mampu mengelola data wilayah secara detail dan mandiri. Hal ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan pembangunan desa maupun mitigasi konflik gajah secara lebih akurat.
Mekanisme Bisnis BUMDES: Mendiskusikan skema pengelolaan infrastruktur teknologi yang telah terpasang. Tim membahas bagaimana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dapat menjalin kerja sama dengan pihak sekolah (SMK) untuk aspek pemeliharaan perangkat, sekaligus menciptakan model bisnis yang mandiri dan berkelanjutan bagi desa.
Harapan ke Depan
Dukungan penuh dari pemerintah Desa Labuhan Ratu VII menjadi pondasi kuat bagi kesuksesan arsitektur platform digital ini. Dengan sinergi antara teknologi, data desa yang kuat, dan pengelolaan profesional melalui BUMDES, diharapkan Desa Labuhan Ratu VII dapat menjadi model desa digital yang mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan habitat Gajah Sumatera.