Inovasi Digital di Sekolah: Optimasi Sistem RFID dan Pelatihan Mitigasi Konflik Gajah di SMK 2 Mei

BANDAR LAMPUNG – Transformasi teknologi dalam program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera terus merambah berbagai institusi pendidikan untuk memperkuat literasi digital. Pada tanggal 12 Agustus 2024, tim teknis melaksanakan kunjungan strategis ke SMK 2 Mei Bandar Lampung yang mencakup optimasi perangkat sekolah sekaligus pelatihan khusus teknologi konservasi.

Memantapkan Teknologi Absensi Berbasis RFID

Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah penguatan kapasitas sekolah dalam mengelola sistem absensi berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini merupakan bagian dari pengenalan ekosistem IoT yang lebih luas, di mana prinsip sensorik yang sama juga diimplementasikan dalam alat-alat pemantauan gajah di lapangan.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan koordinasi, sosialisasi, dan pelatihan ini berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Senin,-Selasa 12-13 Agustus 2024.

Lokasi Utama: SMK 2 Mei Bandar Lampung (12 Agustus), Adiksi Kafe (13 Agustus).

Tim Pelaksana: Pak Slamet Riyadi, Pak Catur, Ibu Susi, Pak Fauzi, Yogi Andi, Handoko, Diko Prasojo, Asep, Fahmi, Pizar, dan Dawas.

Progres Teknis dan Peningkatan Kapasitas

Pertemuan ini menghasilkan beberapa pencapaian penting, antara lain:

  1. Optimasi Perangkat RFID: Melakukan perbaikan pada sistem absensi RFID yang sebelumnya mengalami kendala teknis (error), guna memastikan pencatatan data kehadiran siswa kembali akurat dan stabil.

  2. Pelatihan Mitigasi Konflik Gajah: Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta mengenai penggunaan teknologi informasi untuk memantau pergerakan gajah dan sistem peringatan dini. Peserta diajarkan cara menggunakan aplikasi teknologi untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan.

  3. Pengembangan Pusat Latihan Gajah: Diskusi mengenai peran penting Pusat Latihan Gajah sebagai pusat edukasi masyarakat dan pengembangan program konservasi berkelanjutan di era digital.

  4. Penguatan Hubungan Kelembagaan: Sesi silaturahmi dengan jajaran pimpinan sekolah untuk menyelaraskan visi pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata teknologi Industri 4.0 di kawasan konservasi.

Luaran Kegiatan

Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta peningkatan kapasitas di mana siswa dan guru tidak hanya mahir mengelola sistem internal sekolah, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mitigasi konflik gajah-manusia. Dokumentasi hasil pelatihan, termasuk modul dan hasil evaluasi (pre-test & post-test), akan disusun sebagai panduan untuk kegiatan serupa di masa depan.

Harapan ke Depan

Dengan diperbaikinya sistem RFID dan terlaksananya pelatihan intensif ini, SMK 2 Mei menjadi contoh nyata integrasi antara manajemen pendidikan dan kepedulian lingkungan. Keterampilan praktis yang diperoleh siswa diharapkan dapat diaplikasikan secara luas, termasuk mendukung operasional platform digital di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Share This :