Membangun Fondasi Kolaborasi: Pertemuan Lintas Sektor di Rumah Konservasi

LAMPUNG – Keberhasilan program konservasi berbasis teknologi digital memerlukan dukungan penuh dari pemangku kepentingan lokal. Pada awal April, tim program Tropical Forest Conservation Action Sumatera menggelar pertemuan strategis di Rumah Konservasi untuk menyelaraskan visi dengan unsur pemerintah desa dan institusi pendidikan di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Sinergi Lurah, Sekolah, dan Akademisi

Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus diskusi mendalam untuk memetakan kondisi dan situasi terkini di TNWK. Melalui dialog ini, tim pengembang ingin memastikan bahwa implementasi teknologi Industri 4.0 untuk integrasi data gajah mendapatkan dukungan sosial dan edukatif dari masyarakat setempat.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 2 April 2024.

Lokasi Utama: Rumah Konservasi.

Peserta Utama: 

  • Bapak Syaifudin (Kepala Sekolah SMK Nusantara).

  • Ibu Reni Handayani (Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Transpam).

  • Tim Akademisi UBL & Tim Teknis (Marzuki, Agus Sukoco, Handoko, Diko Prasojo, dkk).

  • Bapak Sumarno (Lurah).

Poin Utama Diskusi

Beberapa hal krusial yang dibahas dalam pertemuan di Rumah Konservasi tersebut meliputi:

  • Pemetaan Situasi Lapangan: Mendengarkan masukan dari lurah dan kepala sekolah mengenai tantangan interaksi gajah dan manusia di desa penyangga.

  • Integrasi Pendidikan: Menjajaki peluang keterlibatan siswa SMK (Nusantara dan PGRI 1) dalam mendukung aspek teknis maupun kampanye konservasi di masa depan.

  • Dukungan Administrasi Desa: Memastikan program digital ini sejalan dengan program pembangunan desa agar tercipta keberlanjutan pasca-proyek.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan ini, Rumah Konservasi membuktikan fungsinya sebagai pusat kolaborasi (hub) yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat. Dukungan dari Lurah dan para Kepala Sekolah merupakan modal sosial yang sangat besar bagi kesuksesan Arsitektur Platform Digital Gajah Sumatera, demi terciptanya harmoni antara kemajuan teknologi dan pelestarian satwa liar.

Share This :