Langkah Baru Konservasi: Sosialisasi dan Penguatan Legalitas Program Digital di TNWK

LAMPUNG – Mengawali babak baru kepemimpinan di Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), tim pengembang program Tropical Forest Conservation Action Sumatera melakukan audiensi strategis. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan arsitektur platform digital integrasi data gajah kepada struktur kepengurusan Balai TNWK yang baru, guna memastikan kesinambungan program di masa depan.

Menyelaraskan Visi dengan Kepemimpinan Baru

Fokus utama pertemuan adalah memberikan pemahaman mendalam kepada Kepala Balai dan jajaran Kasubag TU mengenai transformasi teknologi Industri 4.0 yang sedang diimplementasikan di lansekap TNWK. Hal ini krusial agar inovasi yang dibawa oleh tim ITB dapat terintegrasi dengan kebijakan operasional balai.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 13 Agustus 2024.

Lokasi Utama: Balai Taman Nasional Way Kambas.

Peserta Utama: Bapak Mhd Zaidi (Kepala Balai TNWK), Ibu Lina Warlina (Kasubag TU), serta tim teknis yang dihadiri oleh Marzuki, Rusdianto, Agus Sukoco, Handoko, dan personil lainnya.

Poin Strategis dan Rencana Aksi

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting terkait tata kelola dan pengembangan program:

  • Formalisasi Kerjasama (PKS): Menyepakati percepatan pembuatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Pelaksanaan Program (RPP). Ini akan menjadi dasar hukum yang kuat agar program berjalan secara berkelanjutan dan terukur.

  • Pengembangan Satu Data: Diskusi mengenai penguatan sistem “Satu Data” di kantor Balai TNWK untuk mengatasi kendala koneksi dan komunikasi dalam pemantauan gajah di lapangan.

  • Pendidikan Konservasi Sejak Dini: Rencana pelibatan ITB dalam program pendidikan konservasi untuk anak usia dini melalui sentuhan teknologi, guna menanamkan rasa cinta alam sejak kecil.

  • Keberlanjutan Kolaborasi: Membangun mekanisme kerjasama yang melibatkan SMK lokal, NGO, dan operator lainnya agar ekosistem digital ini tetap terjaga meskipun masa proyek telah usai.

  • Inovasi Agroforestri: Menjajaki pengembangan sistem digital yang berkaitan dengan program agroforestri di kawasan penyangga.

Harapan ke Depan

Dukungan penuh dari Bapak Mhd Zaidi selaku Kepala Balai TNWK yang baru menjadi energi positif bagi keberhasilan integrasi teknologi ini. Dengan administrasi yang lengkap dan sinergi yang kuat antara akademisi dan pengelola kawasan, diharapkan perlindungan Gajah Sumatera melalui platform digital dapat menjadi model konservasi modern di Indonesia.

Share This :