Inovasi Kesehatan Satwa: Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Monitoring Gajah di TNWK
LAMPUNG – Langkah revolusioner dalam upaya konservasi Gajah Sumatera kembali dilakukan melalui integrasi ilmu kedokteran hewan dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Bertempat di Universitas Bandar Lampung (UBL), telah dilaksanakan pelatihan strategis yang memfokuskan pada pemanfaatan AI untuk mendeteksi kondisi kesehatan gajah secara dini dan visual.
Mendeteksi Kesehatan Lewat “Mata Digital”
Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan teknologi yang mampu mengidentifikasi gajah yang sakit hanya melalui pemindaian visual. Teknologi ini diharapkan dapat membantu para petugas dan dokter hewan di lapangan untuk memantau kesehatan populasi gajah secara lebih efisien tanpa harus melakukan kontak fisik yang berisiko di tahap awal diagnosa.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan kolaboratif ini berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 13 Agustus 2024.
Lokasi Utama: Universitas Bandar Lampung (UBL).
Tim Ahli & Petugas: Melibatkan Pak Marzuki, Adi Permana, Agus Sukoco, Handoko, Dr. Hil (IPB), Pak Cucus, dan Ibu Maria.
Sinergi Multidisiplin dan Hasil Pertemuan
Pertemuan ini menjadi wadah bertukar ilmu (sharing session) yang menghasilkan beberapa poin penting:
Kolaborasi Antar Institusi: Memperkuat jejaring kerja sama antara institusi pendidikan ternama (ITB dan IPB), mitra lokal (UBL), dan praktisi lapangan di Taman Nasional Way Kambas.
Pertukaran Ilmu Kedokteran: Membangun kolaborasi medis antara Dokter Hil dari IPB dengan Dokter Hesti dari TNWK untuk menyelaraskan parameter kesehatan satwa dengan algoritma AI.
- Pemberdayaan Mahout (Pawang): Melakukan sosialisasi pengenalan ilmu dan pelatihan langsung kepada para mahout di TNWK agar mereka mampu mendukung pengumpulan data visual yang diperlukan sistem AI.
Harapan ke Depan
Pelatihan ini merupakan fondasi penting dalam transformasi digital di Lansekap TNWK. Dengan kemampuan AI dalam mengenali tanda-tanda klinis gajah yang sakit, diharapkan respon medis dapat dilakukan lebih cepat, sehingga tingkat kelangsungan hidup Gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah (PLG) maupun di alam liar dapat meningkat secara signifikan.