Membangun Sistem Peringatan Dini: Pemasangan Panic Button di Rumah Lebah
LAMPUNG – Upaya perlindungan kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melalui teknologi digital terus diperkuat. Pada akhir September, tim teknis program Tropical Forest Conservation Action Sumatera telah melaksanakan instalasi perangkat Panic Button di salah satu titik sentral pemberdayaan masyarakat, yaitu Rumah Lebah.
Teknologi untuk Keselamatan Komunitas
Pemasangan perangkat ini bertujuan untuk memberikan fasilitas peringatan dini yang responsif bagi pengelola Rumah Lebah dan warga sekitar. Sebagai bagian dari arsitektur platform digital integrasi data Gajah Sumatera, Panic Button ini menjadi alat komunikasi krusial saat terjadi situasi darurat terkait kehadiran gajah di pemukiman.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pemasangan dan pengujian teknis ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Kamis, 26 September 2024.
Lokasi Utama: Rumah Lebah.
Petugas Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko.
Perangkat Terpasang: 1 unit Panic Button.
PIC Lokasi: Bapak Sigit Pramono.
Standar Teknis dan Kelancaran Sistem
Untuk memastikan perangkat berfungsi optimal di saat kritis, tim teknis melakukan verifikasi terhadap beberapa aspek berikut:
Konektivitas IoT: Memastikan Panic Button terpasang pada jaringan internet yang aktif dan stabil.
Integrasi Server: Menguji sambungan perangkat ke pusat data (server) sehingga setiap sinyal darurat dapat diterima dan direspon secara real-time.
Kekuatan Instalasi: Perangkat dipasang secara kokoh pada dudukan yang stabil untuk menjamin ketahanan fisik di lapangan.
Komunikasi Dua Arah: Verifikasi sistem pengiriman data dari perangkat ke pusat kontrol dan sebaliknya untuk memastikan fungsi kendali berjalan sempurna.
- Pemeliharaan Jaringan: Memastikan infrastruktur jaringan lokal di Rumah Lebah terjaga dengan baik guna mendukung operasional sistem secara berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Instalasi Panic Button di Rumah Lebah ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman di desa penyangga TNWK. Dengan dukungan teknologi Industri 4.0, masyarakat kini memiliki alat perlindungan yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan, memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan efektif dalam mitigasi konflik gajah-manusia.