Memperkuat Titik Pantau: Instalasi Kamera dan Panic Button di Rumah Lebah Harjosari

LAMPUNG – Melengkapi jaringan infrastruktur teknologi dalam program Tropical Forest Conservation Action Sumatera, tim teknis kembali melakukan pemasangan perangkat vital di salah satu lokasi strategis, yaitu Rumah Lebah yang terletak di Desa Harjosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun Arsitektur Platform Digital untuk integrasi data Gajah Sumatera.

Integrasi Teknologi di Lokasi Edukasi

Rumah Lebah bukan hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal, tetapi juga titik penting dalam jalur mitigasi konflik gajah. Pemasangan perangkat Internet of Things (IoT) di sini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi warga sekaligus mengumpulkan data pergerakan satwa secara real-time.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan instalasi dan konfigurasi sistem ini dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 28 September 2024.

Lokasi: Rumah Lebah, Harjosari.

Petugas Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko.

Perangkat Terpasang:

  • 2 unit Kamera (Cam-62 dan 63).
  • 1 unit Panic Button.

PIC Lokasi: Bapak Sigit Pramono.

Penanggung Jawab: Irma Febriana.

Pencapaian Teknis dan Keandalan Sistem

Proses instalasi memastikan bahwa seluruh perangkat siap digunakan dengan standar Industri 4.0:

  • Cakupan Visual Luas: Dengan pemasangan dua kamera sekaligus, area di sekitar Rumah Lebah kini terpantau secara lebih komprehensif.

  • Sistem Peringatan Dini: Perangkat Panic Button telah diuji dan terintegrasi penuh ke server pusat, siap digunakan dalam kondisi darurat.

  • Koneksi Internet Stabil: Seluruh perangkat IoT dipastikan terhubung pada jaringan aktif untuk menjamin kelancaran transmisi data.

  • Verifikasi Komunikasi Dua Arah: Tim berhasil memverifikasi bahwa pusat data dapat mengirim dan menerima sinyal dari perangkat di lokasi secara akurat.

Harapan ke Depan

Hadirnya infrastruktur ini di Desa Harjosari semakin melengkapi ekosistem mitigasi konflik gajah di Lampung Timur. Melalui sinergi teknologi dan dukungan masyarakat desa, upaya pelestarian Gajah Sumatera kini didukung oleh data yang lebih presisi dan sistem respon yang lebih cepat.

Share This :