Optimalkan Pengawasan Malam Hari: Inovasi Penerangan Kamera untuk Konservasi Gajah Sumatera

LAMPUNG – Sebagai bagian dari inisiatif Tropical Forest Conservation Action Sumatera, sebuah langkah strategis kembali diambil untuk memperkuat konservasi Gajah Sumatera melalui teknologi Industri 4.0. Fokus utama kali ini adalah pada peningkatan kualitas visual kamera pengawas guna mendukung integrasi data yang lebih akurat di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Menembus Kegelapan: Tantangan Visual di Lapangan

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan teknologi penanganan konservasi melalui optimalisasi sistem berbasis AI. Salah satu kendala utama yang diidentifikasi adalah performa kamera pengawas saat kondisi minim cahaya, seperti pada malam hari, kondisi berkabut, maupun cuaca ekstrem yang sering terjadi di TNWK.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan secara intensif dengan jadwal sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Jumat, 25 April 2025.

Lokasi: Workshop Punclut.

Tim Pelaksana: Melibatkan tenaga ahli seperti Sufi, Zalfa, dan Tim LSKK.

Inovasi Teknologi Penerangan Tambahan

Untuk mengatasi keterbatasan visual, tim melakukan perancangan dan pengembangan solusi teknologi penerangan tambahan. Fokus pengembangan meliputi:

  • Evaluasi Teknis: Melakukan analisis mendalam terhadap resolusi, jenis sensor, dan kemampuan night vision pada perangkat yang sudah ada.

  • Sistem Penerangan Adaptif: Merancang modul infrared LED dan spotlight otomatis berbasis sensor gerak.

  • Kemandirian Energi: Menggunakan solar-powered lighting untuk mengatasi minimnya infrastruktur listrik di lokasi-lokasi terpencil di dalam hutan.

  • Keamanan Satwa: Menentukan posisi pemasangan yang optimal agar hasil visual meningkat secara signifikan tanpa mengganggu perilaku alami satwa liar.

Integrasi Sistem dan Hasil yang Diharapkan

Kegiatan ini mencakup proses perakitan hingga pengujian lapangan untuk mengintegrasikan kamera dengan sistem penerangan baru, baik dalam bentuk permanen maupun semi-portabel. Melalui pembaruan teknologi ini, diharapkan identifikasi satwa pada malam hari menjadi jauh lebih jelas, sehingga sistem mitigasi konflik dan pemantauan populasi gajah dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

Transformasi digital ini merupakan bukti nyata bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera di tengah tantangan alam yang dinamis.

Share This :