Sinergi 3 SMK Lampung Timur: Mengembangkan Inovasi Wisata dan Teknologi untuk Way Kambas
LAMPUNG TIMUR – Puncak dari rangkaian koordinasi pendidikan dalam program Tropical Forest Conservation Action Sumatera ditandai dengan pertemuan strategis di Lampung Timur. Kolaborasi ini melibatkan tiga sekolah kejuruan lokal untuk merumuskan peran aktif generasi muda dalam mendukung ekosistem Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melalui teknologi dan pariwisata berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sekolah untuk Konservasi
Fokus utama dari pertemuan ini adalah pemaparan akhir bersama para pemangku kepentingan untuk menyusun langkah nyata dalam mengintegrasikan keahlian siswa SMK dengan kebutuhan pelestarian satwa dan pengembangan wisata alam di TNWK.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pemaparan dan diskusi ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 12 April 2025.
Lokasi Utama: Lampung Timur.
Tim Pelaksana: Bapak Jaka (Kepala Sekolah SMKN 1 Braja Selebah), Bapak Yusuf (Kepala Sekolah SMK Nusantara), Bapak Angga beserta jajaran (SMK PGRI Transpam), serta tim teknis Agus Sukoco dan Wahyudi Edi Handoko.
Pilar Utama Program Inovasi
Dalam pertemuan tersebut, dirumuskan empat agenda besar yang akan dijalankan melalui kolaborasi tiga SMK ini:
Inovasi Wisata TNWK: Mengembangkan konsep wisata edukasi di Taman Nasional Way Kambas yang dikelola melalui kolaborasi siswa dari ketiga SMK di Lampung Timur.
- Transfer Pengetahuan (Knowledge Sharing): Program berkelanjutan untuk meningkatkan wawasan dan keahlian teknis siswa SMK di bidang teknologi konservasi dan Industri 4.0.
Platform Wisata Digital: Menyiapkan sistem informasi dan platform digital pariwisata yang melibatkan siswa SMK dalam operasional dan pengembangannya.
- Teknologi Penerangan Jalan Umum (PJU) Smart: Pengembangan perangkat kamera pemantau gajah yang diintegrasikan dengan sistem Smart PJU untuk meningkatkan keamanan di jalur lintasan satwa.
Harapan ke Depan
Kolaborasi antara SMKN 1 Braja Selebah, SMK Nusantara, dan SMK PGRI Transpam ini diharapkan menjadi model percontohan nasional tentang bagaimana sekolah kejuruan dapat menjadi tulang punggung pelestarian lingkungan. Dengan keterlibatan masyarakat lokal melalui pendidikan, masa depan Gajah Sumatera dan kejayaan wisata Way Kambas kini memiliki fondasi yang lebih kokoh dan modern.