Transformasi Digital di Way Kambas: Pemasangan Perangkat IoT untuk Mitigasi Konflik Gajah

LAMPUNG – Kolaborasi antara teknologi digital dan sektor pendidikan di Lampung memasuki babak baru yang lebih aplikatif. Melanjutkan rangkaian audiensi sebelumnya, telah dilaksanakan rapat koordinasi tingkat tinggi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan jajaran Kepala Sekolah SMK untuk merancang integrasi nyata inovasi daerah ke dalam sistem pembelajaran formal.

Sinergi Kurikulum Merdeka dan Inovasi Daerah

Fokus utama dari pertemuan ini adalah menyelaraskan semangat Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan mendesak akan inovasi di kawasan konservasi. Dengan memanfaatkan arsitektur platform digital integrasi data gajah yang sedang dikembangkan, dunia pendidikan diharapkan dapat menjadi laboratorium hidup bagi solusi-solusi pelestarian alam.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Rapat koordinasi strategis ini berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 10 April 2025.

Lokasi Utama: SMK 1.

Tim Pelaksana: Dihadiri oleh Tomas Amirico (Kepala Dinas Pendidikan), Drs. Sunardi (Kabid SMK Lampung), Ibu Aminah (Kepala Sekolah SMK 1), serta tim teknis Agus Sukoco dan Wahyudi Edi Handoko.

Poin Strategis Transformasi Pendidikan

Hasil dari rapat ini menetapkan tiga pilar utama pengembangan pendidikan berbasis konservasi di wilayah Lampung:

  • Blueprint Inovasi Kawasan Konservasi: Pembahasan mendalam mengenai peta jalan (blueprint) pengembangan inovasi yang dilakukan oleh siswa SMK khusus untuk mendukung wilayah konservasi.

  • Pemetaan Kurikulum Merdeka Belajar: Mulai mengintegrasikan nilai-nilai inovasi daerah ke dalam struktur kurikulum Merdeka Belajar, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih relevan dengan tantangan lingkungan setempat.

  • Pembentukan Kelas Khusus Inovasi: Rencana pembuatan kelas khusus yang fokus pada pengembangan inovasi daerah, guna mencetak tenaga terampil yang siap mendukung teknologi konservasi Gajah Sumatera.

Harapan ke Depan

Langkah ini merupakan komitmen besar dalam memastikan bahwa transformasi digital di Lansekap Taman Nasional Way Kambas tidak hanya berhenti pada perangkat teknis, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan. Dengan adanya kelas khusus inovasi, masa depan pelestarian satwa kunci Sumatera akan berada di tangan generasi muda yang kompeten dan berwawasan lingkungan.

Share This :