Sinergi Akademisi dan Praktisi: Paparan Hasil Inovasi Konservasi di Rumah Lebah

LAMPUNG – Menutup rangkaian agenda penting di bulan Desember, program Tropical Forest Conservation Action Sumatera kembali menggelar pertemuan strategis yang mempertemukan berbagai pihak lintas sektor. Bertempat di Rumah Konservasi dan Rumah Lebah, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meninjau kembali kemajuan teknologi yang telah dikembangkan demi kelestarian Gajah Sumatera.

Menyatukan Hasil dari Berbagai Penjuru

Fokus utama dari pertemuan ini adalah sinkronisasi hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh masing-masing institusi mitra. Dengan semangat kolaborasi, para pihak saling berbagi capaian teknis guna memastikan Arsitektur Platform Digital untuk integrasi data gajah dapat berjalan secara harmonis.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pemaparan dan sosialisasi ini dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 19 Desember 2024.

Lokasi Utama: Rumah Konservasi dan Rumah Lebah.

Tim Pelaksana: Dihadiri oleh Wahyudi Edi Handoko, Agus Sukoco, Marzuki, Adi Permana, Aldi, Ari, Diki Ardyansyah, dan Sigit Pramono.

Poin Utama Pertemuan

Dua agenda besar yang menjadi sorotan dalam diskusi di Rumah Lebah ini adalah:

  • Pemaparan Hasil Multistakeholder: Presentasi capaian dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Bandar Lampung (UBL), serta kontribusi teknis dari SMK mitra (SMK 1 Braja Selebah, SMK Transpam PGRI, dan SMK Nusantara).

  • Re-edukasi Aplikasi KawalPLG: Mengenalkan dan menjelaskan kembali fungsionalitas aplikasi KawalPLG yang telah mulai diaplikasikan oleh Polisi Kehutanan (Polhut) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Rahayu Jaya. Sesi ini memastikan pengguna di lapangan tetap memiliki pemahaman yang tajam dalam mengoperasikan alat mitigasi konflik gajah tersebut.

Harapan ke Depan

Pertemuan di lingkungan Desa Labuhan Ratu IX (lokasi Rumah Lebah) ini mempertegas bahwa teknologi konservasi hanya akan efektif jika didukung oleh kolaborasi yang erat antara akademisi, sekolah kejuruan, dan masyarakat lokal. Dengan adanya pemaparan hasil yang transparan, langkah menuju integrasi data Gajah Sumatera berbasis Industri 4.0 di Lampung semakin nyata dan terarah.

Share This :