Menjamin Respon Cepat: Uji Coba Intensif Panic Button untuk Mitigasi Konflik Gajah

LAMPUNG – Keandalan perangkat di lapangan menjadi kunci utama dalam kesuksesan mitigasi konflik gajah Sumatera. Sebagai bagian dari implementasi teknologi Industri 4.0 dalam program Tropical Forest Conservation Action Sumatera, tim teknis telah merampungkan serangkaian pengujian intensif terhadap perangkat Panic Button di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Keamanan dalam Satu Tekanan

Panic Button dirancang sebagai perangkat peringatan dini yang memungkinkan petugas atau masyarakat di titik-titik rawan untuk mengirimkan sinyal darurat secara instan saat terjadi interaksi negatif dengan gajah. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan sinyal dapat terkirim dan terintegrasi dengan baik ke platform digital pusat data.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Rangkaian pengujian teknis ini dilakukan secara bertahap pada:

Rentang Waktu: 24 November hingga 16 Desember 2024.

Agenda Utama: Testing Panic Button (Pengujian Tombol Darurat).

Tim Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko, Dicky, dan Sunandar.

Fokus Pengujian Lapangan

Selama periode pengujian tersebut, tim memfokuskan pada beberapa aspek teknis krusial, antara lain:

  • Stabilitas Konektivitas: Memastikan perangkat tetap terhubung dengan jaringan meskipun berada di lokasi dengan vegetasi hutan yang lebat.

  • Kecepatan Respon Sistem: Mengukur durasi waktu antara penekanan tombol hingga notifikasi muncul di aplikasi pengawas.

  • Ketahanan Perangkat: Menguji performa fisik perangkat terhadap kondisi cuaca di lapangan untuk menjamin penggunaan jangka panjang.

  • Integrasi Platform: Memverifikasi bahwa setiap aktivasi Panic Button tercatat secara akurat dalam arsitektur platform digital integrasi data gajah.

Harapan ke Depan

Dengan selesainya tahap pengujian ini, perangkat Panic Button siap menjadi garda terdepan dalam sistem peringatan dini di TNWK. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman lebih bagi para petugas patroli dan warga di desa penyangga, sekaligus meminimalisir risiko bagi populasi gajah melalui respon penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi.

Share This :