Jaringan Keamanan Terintegrasi: Uji Coba Pararel Panic Button di Resort Margahayu dan Pos Rawa Kidang

LAMPUNG – Tim Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera terus memperkuat infrastruktur keamanan di wilayah inti konservasi. Dalam misi terbaru yang berfokus pada arsitektur platform digital Industri 4.0, tim melakukan pengujian teknis terhadap sistem peringatan dini yang menghubungkan titik-titik krusial di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan pusat data.

Sinkronisasi Teknologi Respon Cepat

Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi, khususnya untuk perlindungan Gajah Sumatera. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa perangkat fisik Panic Button yang terpasang di lapangan dapat terintegrasi secara pararel dengan pusat pemantauan, sehingga setiap sinyal darurat dapat direspon secara real-time oleh tim terkait.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pengetesan sistem ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Rabu, 13 November 2024.

Lokasi: Resort Margahayu.

Tim Pelaksana: Agus Sukoco, Handoko, Diki Ardiyansyah, Sesilian Andiyanari, dan Triya Nisa Ramadani.

Luaran Strategis Kegiatan

Melalui pengujian teknis di Resort Margahayu, tim berhasil mencapai beberapa poin penting:

  • Uji Coba Sistem Pararel: Keberhasilan melakukan pengetesan alat Panic Button yang sudah dihubungkan secara pararel antara Pasca UBL dengan titik pantau di lapangan.

  • Optimalisasi Jaringan Pos: Memastikan alat yang dipasang di Pos Rawa Kidang dan Pos RPTN (Resort Margahayu) berfungsi dengan akurasi tinggi dalam mengirimkan sinyal.

  • Verifikasi Infrastruktur Digital: Memastikan alur data dari perangkat keras menuju platform digital tetap stabil sesuai standar Arsitektur Industri 4.0.

Konektivitas Tanpa Batas untuk Konservasi

Integrasi pararel antara Panic Button di wilayah resort dengan pusat data di universitas (Pasca UBL) merupakan terobosan dalam memangkas waktu respon saat terjadi konflik satwa atau ancaman di kawasan hutan. Dengan sistem ini, koordinasi antara petugas lapangan dan tim teknis menjadi lebih solid, menciptakan jaring pengaman digital yang lebih luas dan efisien.

Harapan ke Depan

Uji coba di Resort Margahayu pada pertengahan November ini menegaskan pentingnya konektivitas dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera. Sinergi antara perangkat fisik yang andal dan arsitektur digital yang canggih diharapkan dapat terus dikembangkan, menjadikan TNWK sebagai contoh sukses penerapan teknologi modern dalam melindungi kekayaan alam Indonesia.

Share This :