Memperkuat Keamanan Kawasan: Uji Coba Panic Button dan Aplikasi Kawal PLG di Berbagai Resort TNWK

LAMPUNG – Upaya transformasi digital dalam perlindungan Gajah Sumatera terus bergerak masif di lapangan. Sebagai bagian dari program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera, tim teknis melakukan langkah krusial dalam memperkuat sistem peringatan dini dan pelaporan digital melalui integrasi perangkat keras dan lunak di wilayah strategis Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Penguatan Mitigasi Melalui Teknologi Terintegrasi

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan teknologi penanganan konservasi melalui transformasi platform digital. Integrasi antara alat fisik seperti Panic Button dengan aplikasi mobile “Kawal PLG” dirancang untuk menciptakan respon yang lebih cepat dan terukur terhadap setiap dinamika yang terjadi di dalam lansekap TNWK, memastikan perlindungan maksimal bagi satwa dan petugas.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pengetesan dan sosialisasi sistem ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Kamis, 7 November 2024.

Lokasi: Resort dan Kantor Sesi 3 (mencakup PLG, Pos Rawakidang, Resort Margahayu, dan Rumah Lebah).

Tim Pelaksana: Handoko, Agus Sukoco, Sarkawi, Novia, May, Tia, Diki, dan Evin.

Luaran Strategis Kegiatan

Melalui agenda intensif di berbagai titik strategis ini, tim berhasil mencapai beberapa capaian penting, antara lain:

  • Uji Coba Perangkat Keras: Keberhasilan pengetesan alat Panic Button yang telah terpasang di PLG, Pos Rawakidang, Resort Margahayu, dan Rumah Lebah sebagai garda terdepan sistem peringatan dini.

  • Sosialisasi Aplikasi Kawal PLG: Memberikan edukasi teknis mengenai penggunaan aplikasi pelaporan digital kepada petugas lapangan guna memastikan data tersinkronisasi dengan baik.

  • Kolaborasi Lintas Institusi: Melibatkan peran aktif dari berbagai sekolah mitra seperti SMK Braja Selebah, SMK PGRI, SMK Nusantara, serta dukungan akademis dari Universitas Bandar Lampung (UBL).

Keamanan Berbasis Komunitas dan Teknologi

Pemasangan Panic Button dan aplikasi Kawal PLG di titik-titik rawan seperti Pos Rawakidang dan Resort Margahayu menunjukkan komitmen untuk membangun jaring pengaman yang luas. Dengan adanya keterlibatan siswa SMK dan mahasiswa, program ini juga berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan teknologi Industri 4.0 bagi generasi muda di wilayah penyangga TNWK.

Harapan ke Depan

Sosialisasi sesi ke-3 pada 7 November ini diharapkan menjadi standar operasional baru dalam pengawasan kawasan konservasi. Sinergi antara perangkat fisik yang andal dan aplikasi digital yang responsif akan terus dipantau perkembangannya, demi menciptakan keharmonisan hidup antara masyarakat dan Gajah Sumatera di Lampung melalui solusi teknologi yang inovatif.

Share This :