Inovasi Wisata Berbasis Teknologi: Kolaborasi Digital Bersama KOWAGAS TNWK
LAMPUNG – Sebagai bagian dari upaya memperluas implementasi teknologi Industri 4.0 di sektor konservasi, tim Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera menyambangi Kantor Koperasi Wisata Gajah Sejahtera (KOWAGAS) TNWK. Pertemuan ini difokuskan pada pengembangan arsitektur platform digital yang tidak hanya mendukung integrasi data satwa, tetapi juga mendorong modernisasi sektor pariwisata berbasis alam di Lampung.
Transformasi Digital untuk Sektor Wisata
Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi, khususnya Gajah Sumatera, melalui transformasi platform digital di Lansekap TNWK. Dalam sesi ini, tim berdiskusi mengenai bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus mempermudah pengelolaan data pariwisata yang selaras dengan upaya perlindungan satwa.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan sosialisasi dan diskusi teknis ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Senin, 4 November 2024.
Lokasi: Kantor KOWAGAS TNWK.
Tim Pelaksana: Agus Sukoco dan Handoko.
Luaran Strategis Kegiatan
Melalui diskusi intensif dengan pengurus Koperasi Wisata Gajah Sejahtera, dihasilkan beberapa poin pengembangan strategis, antara lain:
Implementasi Virtual Reality (VR): Adanya usulan dari Ketua KOWAGAS untuk mengembangkan fitur Virtual Reality sebagai media edukasi dan promosi wisata yang inovatif.
Pengembangan Website Wisata: Perencanaan pembuatan website Pusat Latihan Gajah (PLG) yang dikhususkan untuk mendukung sektor pariwisata secara digital.
Rencana Kerjasama Riset: Kesepakatan untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas detail kerjasama riset terkait pengembangan ekosistem digital wisata di kawasan TNWK.
Menggabungkan Konservasi dan Kemajuan Ekonomi
Sinergi bersama KOWAGAS menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi Industri 4.0 memiliki cakupan yang luas, mulai dari deteksi dini konflik satwa hingga peningkatan nilai jual pariwisata lokal. Dengan adanya platform digital yang mumpuni, diharapkan tata kelola wisata gajah di Lampung menjadi lebih profesional, transparan, dan mampu menarik minat wisatawan global melalui teknologi terkini.
Harapan ke Depan
Langkah awal koordinasi pada 4 November ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi kolaborasi nyata dalam bentuk riset dan pengembangan infrastruktur digital. Integrasi antara wisata dan teknologi bukan hanya tentang modernisasi, tetapi tentang memastikan bahwa kemajuan ekonomi di sekitar Lansekap TNWK dapat terus mendukung kelestarian Gajah Sumatera bagi generasi mendatang.