Digitalisasi Konservasi: Uji Coba Aplikasi Kawal Desa dan Kawal PLG di Rumah Lebah
LAMPUNG – Sebagai bagian dari inisiatif Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera, tim teknis kembali melakukan langkah konkret dalam modernisasi pengawasan kawasan melalui pemanfaatan teknologi Industri 4.0. Fokus utama kali ini adalah mematangkan instrumen digital yang dirancang untuk menjaga integrasi data Gajah Sumatera di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Transformasi Platform Digital untuk Mitigasi
Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi. Melalui aplikasi “Kawal Desa” dan “Kawal PLG”, sistem pemantauan kini bertransformasi menjadi platform digital yang lebih responsif, memungkinkan koordinasi yang lebih cepat antara masyarakat desa penyangga dan petugas lapangan dalam mengelola data satwa liar.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pelatihan dan uji coba ini dilaksanakan oleh tim dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Jumat, 01 November 2024.
Lokasi: Rumah Lebah.
Tim Pelaksana: Dicky Gunawan, Rido Gustawan, May Syifa Sandriyani, Evina Ningsih, Novia Puspitasari, Tiya Andini, Diky Ardyansyah, Afandi Akbar, Handoko, dan Agus Sukoco.
Luaran Strategis Kegiatan
Melalui agenda yang berlangsung di Rumah Lebah ini, tim berhasil mencapai beberapa target strategis, antara lain:
Pengujian Sistem (Testing): Melakukan uji coba langsung terhadap performa aplikasi Kawal Desa dan Kawal PLG untuk memastikan fitur-fitur berfungsi sesuai kebutuhan lapangan.
Standardisasi Data: Memastikan alur penginputan data Gajah Sumatera dalam platform digital telah memenuhi standar Arsitektur Industri 4.0 yang direncanakan.
Peningkatan Kapasitas Petugas: Memberikan pemahaman mendalam kepada tim teknis mengenai mekanisme pelaporan digital guna mempercepat respon penanganan di lansekap TNWK.
Teknologi sebagai Garda Terdepan
Implementasi aplikasi Kawal Desa dan Kawal PLG bukan sekadar inovasi perangkat lunak, melainkan upaya menciptakan kemandirian lokal dalam deteksi dini konflik satwa. Dengan sistem yang teruji, diharapkan sinkronisasi data antara desa dan pusat informasi dapat berjalan secara real-time, meminimalisir risiko bagi manusia maupun populasi Gajah Sumatera.
Harapan ke Depan
Sesi uji coba pada awal November ini menjadi tonggak penting dalam penyempurnaan ekosistem digital TFCA Sumatera. Dengan kolaborasi yang solid dan teknologi yang mumpuni, integrasi data konservasi di Lampung diharapkan menjadi model bagi wilayah lain dalam menjaga harmoni antara alam dan kemajuan teknologi.