Memperkuat Garda Depan: Sosialisasi Aplikasi Kawal Desa di Resort Margahayu

LAMPUNG TIMUR – Sinergi antara teknologi digital dan satuan pengamanan hutan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Pada Senin, 28 Oktober 2024, tim Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera melaksanakan koordinasi teknis strategis di Kantor Resort Margahayu guna memperkenalkan inovasi platform digital bagi jajaran Polisi Kehutanan (POLHUT).

Transformasi Digital untuk Pengawasan Hutan

Kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar untuk meningkatkan kemampuan teknologi penanganan konservasi melalui transformasi platform digital di Lansekap TNWK. Dengan mengintegrasikan data lapangan ke dalam sistem yang terpusat, para petugas diharapkan dapat merespons dinamika di kawasan hutan dengan lebih cepat, akurat, dan terukur.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Koordinasi teknis ini mempertemukan tim pengembang teknologi dengan para petugas lapangan untuk memastikan sistem yang dibangun relevan dengan kebutuhan di garda depan:

Hari/Tanggal: Senin, 28 Oktober 2024.

Lokasi: Kantor Resort Margahayu (POLHUT).

Tim Pelaksana & Peserta: Wahyudi Esi Handoko, Agus Sukoco, Afandi, Aldi, Prawoto, Wahyudi, Edi Susilo, dan M. Sodik.

Agenda Utama: Sosialisasi dan pengenalan operasional Aplikasi Kawal Desa.

Aplikasi Kawal Desa sebagai Alat Mitigasi

Fokus utama dalam pertemuan ini adalah pengenalan Aplikasi Kawal Desa. Platform ini dirancang untuk memudahkan koordinasi antara petugas resort, polisi kehutanan, dan masyarakat desa penyangga. Melalui aplikasi ini, setiap laporan mengenai keberadaan satwa liar atau potensi konflik manusia-gajah dapat terverifikasi secara digital, memungkinkan pengambilan tindakan mitigasi yang lebih efektif oleh personel di Resort Margahayu.

Luaran Strategis dan Sinergi Lapangan

Melalui sosialisasi ini, diharapkan tercipta standarisasi pelaporan yang lebih modern bagi jajaran POLHUT. Beberapa poin penting yang dihasilkan meliputi:

  1. Peningkatan Literasi Digital Petugas: Jajaran resort kini lebih akrab dengan penggunaan aplikasi mobile untuk mendukung tugas patroli dan pengamanan.

  2. Kecepatan Respon: Dengan sistem pelaporan yang terintegrasi, rantai birokrasi informasi dapat dipangkas sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih responsif.

  3. Sinkronisasi Data Konservasi: Data yang dihasilkan dari Resort Margahayu akan menjadi bagian penting dari integrasi data Gajah Sumatera berbasis teknologi Industri 4.0 di Provinsi Lampung.

Kolaborasi di Resort Margahayu ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa teknologi digital benar-benar hadir untuk mendukung tugas berat para penjaga hutan dalam melestarikan harmoni alam di Lampung Timur.

Share This :