Membuka Akses Inovasi: Penyerahan SIMAKSI untuk Pelatihan AI Kesehatan Gajah di Way Kambas
LAMPUNG TIMUR – Langkah formal untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ke dalam ekosistem konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) resmi diperkuat. Pada Rabu, 23 Oktober 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera melaksanakan agenda penting berupa penyerahan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Kesehatan Gajah.
Legalitas untuk Transformasi Digital
Penyerahan SIMAKSI ini merupakan prosedur krusial dalam pilar peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi di Lansekap TNWK. Dengan adanya izin resmi ini, tim teknis dan akademisi dapat secara legal melakukan aktivitas riset, pelatihan, dan implementasi platform digital berbasis teknologi Industri 4.0 langsung di jantung area konservasi gajah.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan administratif dan koordinasi ini berlangsung dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Rabu, 23 Oktober 2024.
Lokasi: Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Tim Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko, Pak Hanafi, Pak Marjulis, Sigit Pramono, dan Agus Sukoco.
Agenda Utama: Penyerahan SIMAKSI kepada pemangku otoritas di wilayah TNWK.
Distribusi SIMAKSI ke Unit Strategis
Untuk memastikan sinergi dan keterbukaan informasi di seluruh wilayah kerja, SIMAKSI diserahkan kepada enam unit dan instansi kunci:
Kepala SPTN Wilayah I Way Kanan
Kepala SPTN Wilayah II Bungur
Kepala SPTN Wilayah III Kuala Penet
Kepala Satuan (Kasat) Pusat Latihan Gajah (PLG)
Petugas Pemungut PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
SMK Braja Selebah (sebagai mitra teknis lokal)
Harapan dan Dampak
Dengan diserahkannya SIMAKSI ini, seluruh rangkaian pelatihan pemanfaatan AI untuk monitoring kesehatan gajah dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi. Penggunaan AI diharapkan mampu memberikan analisis yang lebih tajam terhadap data kesehatan satwa, mendukung deteksi dini penyakit, serta mengoptimalkan manajemen perawatan gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) secara digital.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen kuat antara pengelola taman nasional, praktisi teknologi, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan konservasi modern yang presisi di Provinsi Lampung.