Penguatan Konektivitas Rimba: Penyerahan Starlink dan Finalisasi Infrastruktur di SMKN 1 Braja Selebah
LAMPUNG TIMUR – Kelancaran integrasi data dalam program konservasi gajah berbasis teknologi Industri 4.0 sangat bergantung pada stabilitas jaringan di area terpencil. Pada Selasa, 22 Oktober 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera melaksanakan koordinasi teknis penting yang bertempat di SMKN 1 Braja Selebah untuk mematangkan infrastruktur konektivitas di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Menembus Batas Sinyal dengan Starlink
Salah satu tantangan utama di kawasan hutan adalah keterbatasan akses internet. Sebagai solusi atas hambatan tersebut, agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyerahan perangkat Starlink. Teknologi satelit ini diharapkan mampu menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi yang stabil untuk mendukung operasional platform digital mitigasi konflik gajah di titik-titik krusial.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Koordinasi ini melibatkan tim teknis dan mitra pelaksana di lapangan dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Selasa, 22 Oktober 2024.
Lokasi: SMKN 1 Braja Selebah.
Tim Pelaksana: Agus Sukoco, Handoko, Afandi Akbar, Jaka Purwanta, Sigit Pramono, Nanang, M. Giyo, Triyanto, M. Eko Wahyu, dan Tobi Pratama.
Agenda Utama: Penyerahan perangkat Starlink dan kesepakatan teknis pemasangan alat IoT.
Finalisasi Pemasangan Perangkat IoT
Selain penguatan jaringan internet, pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan strategis mengenai implementasi perangkat keras di lapangan, yaitu:
Persetujuan Harga Pemasangan: Finalisasi biaya dan teknis instalasi untuk kamera pemantau serta perangkat pendukung lainnya.
Titik Fokus Instalasi: Area prioritas pemasangan perangkat mencakup Pusat Latihan Gajah (PLG) dan Rumah Sakit Gajah.
Sinergi Kelembagaan: Memperkuat peran SMKN 1 Braja Selebah sebagai mitra teknis lokal dalam pemeliharaan infrastruktur digital di wilayah penyangga.
Luaran Strategis dan Harapan
Dengan tersedianya perangkat Starlink dan tercapainya kesepakatan instalasi, proyek arsitektur platform digital ini kini memasuki tahap implementasi fisik yang lebih maju. Beberapa luaran yang diharapkan meliputi:
Konektivitas Tanpa Batas: Sistem informasi mitigasi konflik kini dapat diakses secara real-time dari area PLG tanpa kendala sinyal seluler.
Pemantauan Visual yang Solid: Kamera IoT di RS Gajah dan PLG akan memberikan data visual yang sangat berharga bagi dokter hewan dan tim konservasi.
Kemandirian Operasional: Stakeholder di lapangan kini memiliki perangkat yang mumpuni untuk menjalankan sistem mitigasi secara mandiri.
Langkah teknis di SMKN 1 Braja Selebah ini menjadi fondasi krusial bagi keberhasilan monitoring kesehatan dan keamanan Gajah Sumatera di Lampung Timur melalui ekosistem digital yang tangguh.