Sinergi Riset dan Inovasi: Pembahasan CESP dan Proposal Kedai Reka di Universitas Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Pengembangan teknologi konservasi berbasis Industri 4.0 memerlukan landasan riset yang kuat dan kolaborasi pendanaan yang berkelanjutan. Pada Selasa, 15 Oktober 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera menyelenggarakan rapat koordinasi teknis di Ruang Seminar Universitas Bandar Lampung (UBL) untuk membahas arah penelitian strategis tahun 2024.

Penguatan Basis Riset Melalui CESP

Fokus utama pertemuan ini adalah pembahasan riset penelitian dalam kerangka Circular Scholarship Program (CESP) tahun 2024. Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem penelitian yang berkelanjutan, di mana hasil studi mengenai perilaku dan kesehatan Gajah Sumatera dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan efektivitas platform digital yang sedang dikembangkan.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Koordinasi teknis ini dihadiri oleh jajaran tim ahli dan peneliti utama:

Hari/Tanggal: Selasa, 15 Oktober 2024.

Lokasi: Ruang Seminar, UBL.

Tim Pelaksana: Agus Sukoco, M. Fahmi Nurfadilah, Daniel Nugraha, dan Ary Setijadi Prihatmanto.

Agenda Utama: Pembahasan Riset Penelitian CESP 2024 dan persiapan Proposal Kedai Reka.

Inovasi Pendanaan: Menuju Kedai Reka

Selain fokus pada riset CESP, pertemuan ini juga menjadi ajang finalisasi strategi untuk menembus hibah Kedai Reka. Kedai Reka merupakan platform kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang digagas oleh Kemendikbudristek.

Melalui proposal ini, tim berharap dapat memperluas jangkauan implementasi teknologi di Taman Nasional Way Kambas dengan dukungan sumber daya yang lebih besar, memperkuat integrasi antara temuan akademis dan solusi praktis di lapangan.

Luaran Strategis dan Target

Rapat koordinasi ini berhasil menetapkan target-target krusial, antara lain:

  1. Rencana Penelitian Terperinci: Tersusunnya peta jalan (roadmap) penelitian CESP 2024 yang selaras dengan kebutuhan konservasi gajah di Lansekap TNWK.

  2. Akselerasi Proposal Kedai Reka: Matangnya draf proposal kolaborasi yang siap diajukan untuk mendapatkan dukungan mitra industri dan pemerintah.

  3. Sinkronisasi Tim Ahli: Penguatan koordinasi antara tim teknis Bandung (ITB) dan Lampung (UBL) dalam menerjemahkan kebutuhan riset menjadi modul-modul sistem informasi digital.

Harapan Masa Depan

Melalui riset yang terstruktur dan upaya penggalangan kolaborasi melalui Kedai Reka, diharapkan arsitektur platform digital untuk Gajah Sumatera tidak hanya berhenti pada tahap prototipe, melainkan tumbuh menjadi sistem standar nasional yang didukung oleh data ilmiah yang valid dan kemitraan lintas sektor yang kuat.

Share This :