Menjaga Perlintasan Satwa: Perluasan Jaringan IoT di Pos Hutan Waruan

LAMPUNG TIMUR – Konsorsium TFCA Sumatera terus memperkuat infrastruktur digital di titik-titik paling strategis perlintasan satwa. Pada tanggal 9 Oktober 2024, tim teknis melaksanakan instalasi perangkat Internet of Things (IoT) di area Perlintasan Waruan, sebuah lokasi krusial untuk memantau pergerakan Gajah Sumatera guna mencegah konflik dengan manusia.

Pengawasan Intensif di Jalur Utama

Pemasangan perangkat di Perlintasan Waruan mencakup area Pos Hutan hingga titik-titik tiang pantau. Area ini merupakan jalur aktif satwa, sehingga ketersediaan data visual dan sistem peringatan dini menjadi hal yang mutlak untuk menjamin keselamatan warga desa penyangga dan keamanan satwa itu sendiri.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan penyediaan konektivitas dan instalasi perangkat ini dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 09 Oktober 2024.

Lokasi Utama: Perlintasan Waruan, Kawasan TNWK.

Petugas Pelaksana: Fizar dan Dawas.

Rincian Infrastruktur yang Terpasang

Tim teknis berhasil memasang rangkaian perangkat di tiga titik koordinat utama di area Waruan:

  1. Pos Hutan:

    • Pemasangan 2 unit Kamera (CAM-P047 & CAM-P049) untuk pengawasan area pos.

    • Pemasangan 1 unit Panic Button (Button-10) dan Sirine-10 sebagai sistem alarm.

  2. Tiang 7:

    • Pemasangan 2 unit Kamera (CAM-P058 & CAM-P052) untuk memperluas jangkauan pandang di jalur perlintasan.

  3. Tiang 8:

    • Pemasangan 2 unit Kamera (CAM-P066 & CAM-P053) untuk menutup celah pemantauan di titik terjauh jalur Waruan.

Konektivitas dan Standar Teknis

Untuk menjamin pengiriman data di tengah hutan, instalasi ini menggunakan koneksi internet dari Bakti Aksi Kominfo. Tim memastikan seluruh perangkat:

  • Terpasang kokoh pada dudukan/tiang yang stabil.

  • Terkoneksi sempurna ke jaringan internet aktif.

  • Mampu mengirimkan data ke pusat data (server) secara real-time.

Harapan ke Depan

Instalasi di Perlintasan Waruan melengkapi ekosistem digital mitigasi konflik gajah di Lampung. Dengan adanya “mata digital” di titik-titik perlintasan aktif ini, tim respon cepat dapat memperoleh informasi lebih awal sebelum gajah memasuki pemukiman warga, sehingga tindakan pencegahan yang humanis dapat segera dilakukan.

Share This :