Transformasi Digital di Way Kambas: Pemasangan Perangkat IoT untuk Mitigasi Konflik Gajah

LAMPUNG – Dalam upaya memperkuat konservasi Gajah Sumatera melalui teknologi Industri 4.0, telah dilaksanakan kegiatan penambahan alat konektivitas di Lansekap Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tropical Forest Conservation Action Sumatera yang berfokus pada integrasi data dan transformasi platform digital.

Inovasi Teknologi untuk Konservasi

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan teknologi dalam menangani konservasi gajah, khususnya di wilayah TNWK. Dengan adanya sistem informasi yang mumpuni, para pemangku kepentingan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) diharapkan dapat mengoperasikan sistem secara mandiri untuk deteksi dini dan mitigasi konflik antara gajah dan manusia.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pemasangan perangkat ini berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 8 Oktober 2024

Lokasi Utama: Perlintasan Waruan

Tim Pelaksana: Melibatkan tenaga ahli di antaranya Yogi Andi, Diko Prasojo, Dawas, dan M. Rizky.

Fokus utama dalam agenda ini adalah Penyediaan Konektivitas sebagai tulang punggung implementasi sistem informasi mitigasi konflik. Konektivitas ini tidak hanya dipasang di jalur lintasan, tetapi juga mencakup area Pusat Latihan Gajah.

Penambahan Perangkat IoT

Untuk mendukung sistem deteksi dini, tim di lapangan melakukan penambahan perangkat IoT (Internet of Things), yang meliputi:

  • Pemasangan 1 set Panic Button: Berfungsi sebagai alat peringatan cepat jika terjadi situasi darurat di lapangan.

     
  • Instalasi di Titik Strategis: Perangkat dipasang di beberapa lokasi kunci, termasuk Rumah Konservasi, Pos Jaga, dan sepanjang jalur Perlintasan Waruan.

Dokumentasi lapangan menunjukkan proses instalasi teknis yang meliputi pemasangan kabel, perangkat sensor, serta integrasi pemancar pada tiang-tiang konektivitas untuk memastikan sinyal dapat menjangkau area hutan yang luas.

Harapan ke Depan

Melalui luaran kegiatan ini, tersedianya konektivitas yang stabil diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian baik bagi masyarakat sekitar maupun populasi gajah itu sendiri. Transformasi digital ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian gajah Sumatera di Lampung dengan pendekatan yang lebih modern dan terukur.

Share This :