Inovasi Kesehatan Satwa: Mengidentifikasi Kondisi Gajah Melalui Body Condition Score (BCS)
LAMPUNG TIMUR – Upaya pelestarian Gajah Sumatera tidak hanya berfokus pada mitigasi konflik, tetapi juga pada pemantauan kesehatan yang presisi di pusat-pusat konservasi. Pada Rabu, 2 Oktober 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera menyelenggarakan sesi pelatihan dan diskusi mendalam mengenai kesehatan gajah yang bertempat di Rumah Sakit Gajah, Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas.
Transformasi Digital untuk Medis Konservasi
Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi melalui transformasi platform digital di Lansekap TNWK. Dengan mengintegrasikan keahlian medis veteriner dan teknologi informasi, diharapkan pemantauan kondisi fisik gajah dapat dilakukan secara lebih terukur dan sistematis untuk mendukung integrasi data kesehatan satwa berbasis Industri 4.0.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini mempertemukan para ahli medis dan praktisi lapangan dalam sebuah forum berbagi ilmu yang intensif:
Hari/Tanggal: Rabu, 2 Oktober 2024.
Lokasi: Rumah Sakit Gajah, Taman Nasional Way Kambas.
Tim Pelaksana & Ahli: Melibatkan tim lintas institusi seperti Pak Marzuki, Adi Permana, Agus Sukoco, Handoko, serta tim medis yang terdiri dari Dr. Hil (IPB), Dr. Vera, Dr. Hesti (TNWK), dan Erwin.
Edukasi Visual dan Sinergi Ahli
Sesi utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi pengenalan ilmu dan pelatihan dari Dr. Hil (IPB) kepada para mahout (pawang gajah) mengenai cara mengidentifikasi gajah yang sakit melalui pengamatan visual. Pengenalan sistem Body Condition Score memungkinkan para pawang untuk mendeteksi perubahan fisik gajah sejak dini, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat.
Luaran Strategis dan Kolaborasi
Diskusi ini berhasil mencapai beberapa poin penting yang akan menjadi fondasi kesehatan satwa di TNWK:
Pertukaran Ilmu Digital: Sharing mengenai smart system yang ditujukan khusus bagi Mahout Gajah dan Dokter Hewan di Way Kambas.
Kemitraan Lintas Institusi: Memperkuat kolaborasi antara para ahli IT dan medis dari ITB, IPB, UBL, dan pihak Taman Nasional Way Kambas.
Kemandirian Pawang: Meningkatnya literasi pawang dalam memahami kesehatan gajah secara klinis dan visual di lapangan.
Sinergi Veteriner: Membangun jaringan kerja sama yang solid antar dokter hewan, khususnya antara akademisi (IPB) dan praktisi lapangan (TNWK).
Melalui penerapan standar Body Condition Score yang didukung teknologi digital, RS Gajah Way Kambas diharapkan dapat terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi Gajah Sumatera demi keberlanjutan populasi mereka di alam.