Keamanan di Titik Rawan: Pemasangan Panic Button di Kandang Sapi Pak Rohiman
LAMPUNG – Selain pemantauan visual melalui kamera, salah satu komponen krusial dalam mitigasi konflik gajah adalah sistem peringatan dini yang responsif. Melanjutkan rangkaian kegiatan di awal Oktober, tim teknis program Tropical Forest Conservation Action Sumatera telah memasang perangkat Panic Button di lokasi strategis desa penyangga, yaitu di area Kandang Sapi milik Pak Rohiman.
Mengapa Kandang Sapi?
Area peternakan di pinggiran hutan seringkali menjadi titik sensitif interaksi antara gajah dan manusia. Pemasangan Panic Button di lokasi ini bertujuan untuk memberikan alat komunikasi darurat bagi peternak dan warga sekitar agar dapat melaporkan kehadiran gajah secara instan kepada tim penanganan konflik di Taman Nasional Way Kambas.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan instalasi perangkat ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 2 Oktober 2024.
Lokasi Utama: Kandang Sapi Pak Rohiman.
Petugas Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko.
Perangkat Terpasang: 1 unit Panic Button.
PIC Lokasi: Bapak Sigit Pramono.
Standar Operasional dan Hasil yang Dicapai
Pemasangan dilakukan dengan memastikan integrasi penuh ke dalam sistem pusat data:
Aktivasi Jaringan IoT: Perangkat telah terpasang pada jaringan internet yang aktif untuk menjamin pengiriman sinyal tanpa hambatan.
Kestabilan Perangkat: Panic Button dipasang pada dudukan yang kokoh dan stabil guna menghindari kerusakan fisik di lingkungan kandang.
Uji Sambungan: Memastikan koneksi perangkat tersambung sempurna ke server sehingga setiap tekanan tombol akan langsung memicu alarm di pusat pemantauan.
Verifikasi Alur Data: Tim telah memverifikasi bahwa data dari perangkat dapat diterima dan dikirimkan kembali (dua arah) untuk memastikan fungsi kendali berjalan baik.
Harapan ke Depan
Dengan adanya Panic Button di Kandang Sapi Pak Rohiman, respon terhadap potensi konflik dapat dilakukan lebih dini. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar menciptakan ruang hidup berdampingan yang aman bagi manusia dan Gajah Sumatera melalui dukungan teknologi Industri 4.0.