Langkah Awal Mitigasi: Pemasangan Kamera IoT di Kandang Sapi Pak Rohimah
LAMPUNG – Sebagai bagian dari implementasi program Tropical Forest Conservation Action Sumatera, tim teknis telah memulai pemasangan infrastruktur digital untuk melindungi kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas. Salah satu lokasi prioritas yang telah dipasangi perangkat pemantau adalah area Kandang Sapi milik Pak Rohimah.
Memperkuat Pengawasan di Zona Penyangga
Pemasangan kamera berbasis Internet of Things (IoT) ini merupakan langkah konkret dalam membangun Arsitektur Platform Digital untuk integrasi data Gajah Sumatera. Penempatan di area peternakan warga bertujuan untuk memantau pergerakan satwa secara real-time, sehingga potensi konflik gajah-manusia dapat diantisipasi lebih dini.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan instalasi dan pengujian sistem ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Kamis, 26 September 2024.
Lokasi: Kandang Sapi Pak Rohimah.
Petugas Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko.
Perangkat Terpasang: 1 unit Kamera Po51.
PIC Lokasi: Bapak Sigit Pramono.
Keandalan dan Standar Teknis Perangkat
Pemasangan ini memastikan bahwa teknologi yang digunakan siap menghadapi tantangan di lapangan dengan kriteria sebagai berikut:
Konektivitas Internet: Perangkat telah terhubung pada jaringan aktif guna menjamin pengiriman data tanpa putus.
Penempatan Akurat: Lokasi kamera dipilih secara strategis sesuai dengan kebutuhan pemantauan mitigasi konflik di titik-titik rawan.
Kestabilan Fisik: Kamera dipasang pada dudukan yang kokoh dan stabil agar tahan terhadap gangguan lingkungan.
Komunikasi Data Dua Arah: Memverifikasi bahwa data dari kamera dapat terkirim ke server pusat dan perangkat dapat menerima instruksi kendali secara jarak jauh.
- Pemeliharaan Jaringan Lokal: Memastikan infrastruktur jaringan di sekitar lokasi dalam kondisi prima untuk mendukung operasional jangka panjang.
Harapan ke Depan
Kehadiran kamera IoT di lokasi peternakan warga seperti Kandang Sapi Pak Rohimah menjadi komponen penting dalam ekosistem perlindungan gajah berbasis teknologi. Dengan data visual yang akurat, tim konservasi dan masyarakat dapat berkolaborasi lebih efektif dalam menjaga keamanan warga serta kelestarian satwa kunci di Lampung.