Penguatan Keamanan Desa Penyangga: Instalasi Kamera dan Panic Button di Balai Desa Labuhan Ratu VII

LAMPUNG – Upaya mitigasi konflik gajah-manusia terus diperluas hingga ke pusat-pusat aktivitas warga. Pada akhir September, tim teknis program Tropical Forest Conservation Action Sumatera melakukan instalasi perangkat keamanan ganda di Balai Desa Labuhan Ratu VII, sebagai bagian dari penguatan Arsitektur Platform Digital untuk integrasi data Gajah Sumatera.

Integrasi Sistem di Pusat Desa

Pemasangan di Balai Desa sangat strategis karena lokasi ini berfungsi sebagai pusat koordinasi warga. Dengan adanya kamera pemantau dan tombol darurat (Panic Button), Balai Desa Labuhan Ratu VII kini resmi terintegrasi dalam jaringan mitigasi berbasis teknologi Industri 4.0.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan instalasi dan pengujian sistem ini dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 26 September 2024.

Lokasi Utama: Balai Desa Labuhan Ratu VII.

Petugas Pelaksana: Wahyudi Edi Handoko.

Perangkat Terpasang:

  • 2 unit Kamera (cam po 54 dan 55).
  • 1 unit Panic Button.

PIC Lokasi: Bapak Sigit Pramono.

Penanggung Jawab: Ilham Fatih Farhan.

Fokus Hasil dan Keandalan Alat

Tim memastikan setiap perangkat yang terpasang memenuhi standar operasional tertinggi:

  • Pengawasan Visual Ganda: Pemasangan dua unit kamera bertujuan untuk memberikan sudut pandang pemantauan yang lebih luas di area sekitar balai desa.

  • Respon Darurat Cepat: Panic Button dipastikan terhubung sempurna ke server sehingga sinyal darurat dapat segera diterima oleh tim penanganan jika terjadi gangguan satwa.
  • Konektivitas Tanpa Hambatan: Seluruh perangkat (IoT) telah diverifikasi tersambung pada jaringan internet aktif untuk pengiriman data dua arah yang stabil.

  • Infrastruktur Kokoh: Perangkat dipasang pada dudukan yang stabil dan terjaga untuk menjamin fungsionalitas di lingkungan balai desa yang dinamis.

Harapan ke Depan

Hadirnya teknologi ini di Balai Desa Labuhan Ratu VII diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat dan mempercepat alur informasi dalam penanganan konflik satwa. Sinergi antara perangkat digital dan kesiapsiagaan warga lokal menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera di kawasan penyangga TNWK.

Share This :