Mengemas Konservasi Lewat Konten: Sinergi Digital Bersama SMK PGRI Transpram
LAMPUNG TIMUR – Transformasi digital dalam perlindungan Gajah Sumatera kini merambah dunia kreatif dan edukasi. Pada Selasa, 3 September 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera menyelenggarakan pertemuan koordinasi teknis secara daring bersama tim SMK PGRI Transpram untuk membahas pengembangan konten dan artikel edukatif.
Membangun Narasi Konservasi di Era Digital
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kemampuan teknologi penanganan konservasi Gajah Sumatera melalui transformasi platform digital di lanskap Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Fokus utamanya adalah membekali generasi muda di desa penyangga dengan keterampilan teknis untuk mendukung penyebaran informasi mitigasi konflik satwa.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Koordinasi teknis ini dilaksanakan melalui platform Zoom dengan rincian sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Selasa, 3 September 2024.
Lokasi Utama: Daring via Zoom.
Petugas Pelaksana: Diko Prasojo dan Tanti.
Agenda: Koordinasi dan identifikasi teknis dengan tim SMK di desa penyangga.
Mengasah Kreativitas untuk TNWK
Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin rencana strategis yang akan segera diimplementasikan, antara lain:
Pengelolaan Website: Koordinasi teknis terkait pengisian konten untuk portal resmi
tnwk.pptik.id.Workshop Kreatif: Perencanaan pelatihan penyuntingan video menggunakan aplikasi Capcut untuk menghasilkan konten visual yang menarik.
Kolaborasi Tim: Pembagian kelompok dan penugasan khusus bagi para siswa untuk mulai menyusun materi publikasi.
Pengembangan Tema: Penentuan tema konten yang relevan dengan konservasi gajah dan artikel edukatif lainnya.
Generasi Muda sebagai Penggerak Perubahan
Melalui keterlibatan aktif siswa dari SMK PGRI Transpram, program ini tidak hanya bertujuan membangun sistem informasi yang kokoh, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat lokal terhadap kelestarian TNWK. Dengan kemampuan memproduksi konten yang berkualitas, para siswa diharapkan dapat menjadi jembatan informasi yang efektif antara teknologi industri 4.0 dan kesadaran konservasi di masyarakat luas.