Sinergi Pendidikan dan Alam: Sosialisasi Mitigasi Konflik Gajah di SMKN 8 Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Rangkaian edukasi teknologi Industri 4.0 untuk pelestarian satwa terus diperluas ke berbagai sekolah menengah kejuruan. Pada tanggal 13 Agustus 2024, tim program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera mengunjungi SMKN 8 Bandar Lampung untuk menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan mengenai arsitektur platform digital dalam mitigasi konflik gajah dan manusia.

Kolaborasi Strategis di Bidang Vokasi

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala SMKN 8 Bandar Lampung, Bapak Firdaus, didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri (Waka Hubin), Ibu Restika. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi dengan implementasi teknologi nyata di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini dihadiri oleh tim teknis dan jajaran pendidik:

Hari/Tanggal: Selasa, 13 Agustus 2024.

Lokasi Utama: SMKN 8 Bandar Lampung.

Tim Pelaksana: Yogi Andi, Diko Prasojo, Asep, Fahmi, Dawas, dan Fizar.

Peserta Utama: Bapak Firdaus, Ibu Restika, dan Ibu Ella.

Fokus Pelatihan: Teknologi sebagai Solusi Konservasi

Materi pelatihan dirancang untuk membuka wawasan siswa dan guru mengenai peran IT dalam dunia konservasi, meliputi:

  1. Aplikasi Pemantauan Digital: Pengenalan alat dan aplikasi yang digunakan untuk memantau pergerakan gajah secara real-time guna memberikan peringatan dini (early warning).

  2. Sistem Pengambilan Keputusan: Pelatihan mengenai cara kerja platform digital dalam membantu petugas lapangan mengambil keputusan yang cepat dan tepat saat terjadi konflik satwa.

  3. Modernisasi Pusat Latihan Gajah (PLG): Diskusi mengenai transformasi PLG menjadi pusat edukasi masyarakat yang didukung oleh data digital yang berkelanjutan.

Output dan Manfaat Kegiatan

Selain peningkatan literasi digital, kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran penting:

  • Kesiapan SDM Lokal: Peserta memiliki pengetahuan dasar untuk membantu mitigasi konflik antara manusia dan gajah di daerah mereka.

  • Jaringan Kerja Sama: Memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi konservasi dalam mendorong inovasi di berbagai bidang.

  • Modul Edukasi: Seluruh materi, termasuk hasil pre-test dan post-test, didokumentasikan sebagai modul pelatihan yang dapat digunakan kembali di masa depan.

Harapan ke Depan

Melalui sosialisasi di SMKN 8 ini, diharapkan para siswa dapat terinspirasi untuk menjadi inovator masa depan yang mampu mengembangkan solusi teknologi bagi masalah lingkungan. Keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci agar teknologi monitoring gajah di Lampung dapat terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Share This :