Mengintegrasikan Teknologi dan Pariwisata: Diskusi Strategis Desa Wisata TNWK Bersama PPIK UBL

BANDAR LAMPUNG – Upaya pelestarian Gajah Sumatera melalui program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera tidak hanya berfokus pada aspek teknis pemantauan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Pada tanggal 12 Agustus 2024, tim pelaksana mengadakan koordinasi teknis penting bersama Pusat Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (PPIK) UBL.

Kolaborasi untuk Kemandirian Desa

Pertemuan yang berlangsung di kantor PSMO UBL ini bertujuan untuk menyinkronkan sistem digital yang sedang dibangun dengan potensi pengembangan wilayah. Fokus utama diskusi kali ini adalah merancang konsep Desa Wisata di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), khususnya yang berpusat di Rumah Lebah.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan koordinasi teknis ini dihadiri oleh:

Hari/Tanggal: Senin, 12 Agustus 2024.

Lokasi Utama: PSMO UBL.

Peserta Utama: Bapak Fritz (PPIK UBL) dan Bapak Sarkawi.

Poin-Poin Strategis Diskusi

Dalam pertemuan tersebut, tim membahas beberapa agenda krusial untuk memastikan keberlanjutan program:

  1. Pengembangan Desa Wisata: Mendiskusikan potensi Rumah Lebah dan area sekitarnya sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang terintegrasi dengan teknologi digital.

  2. Sinkronisasi Sistem: Memastikan platform digital yang dikembangkan dapat mendukung aktivitas ekonomi kreatif dan pariwisata, sehingga stakeholder dapat mengelola data dan informasi secara mandiri.

  3. Persiapan Tim Pendamping: Membentuk tim khusus yang akan melakukan pelatihan dan asistensi sistem bagi masyarakat desa, agar teknologi mitigasi konflik gajah dapat berjalan selaras dengan kegiatan ekowisata.

Luaran yang Diharapkan

Melalui kolaborasi dengan PPIK UBL, diharapkan tercipta sebuah ekosistem di mana teknologi Industri 4.0 menjadi pendorong kemajuan ekonomi desa. Dengan adanya dukungan dari pakar inovasi dan kreativitas, integrasi data gajah tidak hanya berfungsi sebagai alat mitigasi, tetapi juga sebagai nilai tambah bagi daya tarik wisata edukasi di Lampung.

Harapan ke Depan

Sinergi ini menandai langkah penting menuju kemandirian pengelolaan kawasan. Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan gajah dan hutan melalui desa wisata, maka semangat konservasi akan tumbuh secara organik dan berkelanjutan.

Share This :