Transfer Knowledge: Sinergi PSMO UBL dan ITB dalam Pengembangan Teknologi IoT

BANDAR LAMPUNG – Keberlanjutan teknologi dalam konservasi Gajah Sumatera memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Pada pertengahan Agustus, tim program Tropical Forest Conservation Action Sumatera menggelar koordinasi teknis strategis antara Professional Social Management Office (PSMO) Universitas Bandar Lampung dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mencetak Pelatih IoT untuk Masa Depan

Fokus utama pertemuan ini adalah persiapan penyelenggaraan Workshop IoT sebagai sarana transfer pengetahuan (transfer knowledge). PSMO UBL dipersiapkan untuk menjadi pusat pelatihan, di mana para calon pelatih (trainer) baru akan dibekali keahlian teknis untuk melatih pihak-pihak terkait dalam penggunaan produk teknologi seperti kamera pemantau dan perangkat sensor lainnya.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Senin, 12 Agustus 2024.

Lokasi Utama: Gedung PSMO Lantai 1 dan 2, Universitas Bandar Lampung.

Tim Pelaksana: Pak Marzuki, Agus Sukoco, Sarkawi, dan Handoko.

Inovasi Produksi: Dari Kampus ke SMK

Selain rencana pelatihan, pertemuan ini juga membahas visi pengembangan perangkat keras secara berkelanjutan:

  • Riset Kamera Berkelanjutan: Diskusi bersama Pak Riza mengenai pengembangan model kamera yang lebih mutakhir sebagai bagian dari riset jangka panjang.

  • Pemberdayaan SMK: Merencanakan mekanisme agar produksi kamera, yang sebelumnya dilakukan di PSMO, dapat mulai diimplementasikan atau dibuat di tingkat SMK. Ini bertujuan untuk memperluas dampak ekonomi dan edukasi di level pendidikan vokasi.

  • Manajemen Sumber Daya: Menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia dan pembiayaan yang diperlukan agar ekosistem produksi teknologi ini tetap berjalan mandiri.

Harapan ke Depan

Kolaborasi antara PSMO UBL dan ITB merupakan langkah nyata dalam menciptakan kemandirian teknologi di daerah. Dengan adanya pelatih-pelatih lokal dari PSMO dan keterlibatan aktif siswa SMK, teknologi Industri 4.0 bukan lagi menjadi hal yang asing, melainkan menjadi alat yang dikuasai oleh masyarakat Lampung untuk menjaga kelestarian Gajah Sumatera.

Share This :